Pilpres 2019

Gubernur Jatim Khofifah Undang Ahli Waris Pejuang Demokrasi ke Grahadi

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberi perhatian khusus pada ahli waris para pejuang demokrasi di Jawa Timur yang gugur.

Gubernur Jatim Khofifah Undang Ahli Waris Pejuang Demokrasi ke Grahadi
SURYA.CO.ID/HANIF MANSHURI
Jasad Robin pengawas TPS di Lamongan yang meninggal saat hendak dibawa pulang, Selasa (23/04/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberi perhatian khusus pada ahli waris para pejuang demokrasi di Jawa Timur yang gugur.

Tak hanya Lamongan, namun mereka para petugas dan penyelenggara Pemilu serentak 2019 yang gugur di Jawa Timur.

Khofifah berencana untuk memanggil para ahli waris penyelenggara pemilu yang meninggal dunia. Dua ahli waris penyelenggara pemilu di Lamongan yang meninggal dunia rencananya juga akan mendapatkan santunan dari gubernur Jatim.

Niat mulai Khofifah ini telah dituangkan diradiogram yang sudah dikirim ke KPU di seluruh Jawa Timur.

"Kami mendapatkan radiogram dari Pemprov Jatim yang menyatakan kalau Pemprov prihatin dengan kondisi ini," katanya.

Komisioner KPU Lamongan, MH Fathkur Rahman pada Surya.co.id (TribunJatim.com grup), Kamis (25/4/2019).

Sebagai penyelenggara pemilu, pihaknya telah menerima radiogram dari Gubernur Jatim yang menyebutkan kalau Gubernur Jatim prihatin dengan adanya korban penyelenggara pemilu yang meninggal.

Usai Melayat 2 Petugas KPPS Meninggal, Wali Kota Risma Dikerumuni Warga, Minta Foto Lalu Bagi Buku

Sayembara Vanessa Angel, Pengacara: yang Bisa Temukan Rian Subroto dapat Hadiah Berangkat Umrah

Steve Emmanuel Terancam Hukuman Mati, Karenina Sunny Ungkap Kondisi Kakaknya di Sel

Sebagai bentuk keprihatinan terhadap para pahlawan demokrasi ini, Pemprov mengundang para ahli waris penyelenggara pemilu untuk datang ke Surabaya pada Jumat, (26/4/2019). Pemprov, kata Fathkur, berencana untuk memberi santunan kepada ahli waris para pejuang demokrasi ini.

Para ahli waris para pejuang demokrasi akan diundang ke gedung Grahadi. Hal yang sama juga disampaikan Bawaslukab Lamongan. Komisioner Bawaslukab Lamongan, Toni Wijaya juga mendapatkan radiogram yang sama dari Pemprov Jatim seperti yang diterima KPU.

"Kami juga menerima radiogram itu," kata Toni kepada Tribunjatim.com.

Diberitakan sebelumnya, di Lamongan ada 2 penyelenggara pemilu di Lamongan meninggal dunia selama proses pemilu 2019. Seorang anggota PPS di Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi meninggal dunia sehari sebelum pemungutan suara berlangsung. Satu korban meninggal dunia lainnya adalah seorang petugas PTPS yang meninggal setelah sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit, bernama Rabin.(Hanif Manshuri/TribunJatim.com).

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved