Harus Ngulang UNBK, 53 Siswa SMPN 4 Babat Lamongan Jadi Resah dan Gelisah

Sebanyak 53 siswa kelas IX SMPN 4 Babat Kabupaten Lamongan Jawa Timur dibayangi perasaan gundah gulana.

Harus Ngulang UNBK, 53 Siswa SMPN 4 Babat Lamongan Jadi Resah dan Gelisah
SURYA/SRI WAHYUNIK
Pelaksanaan UNBK SMP 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Sebanyak 53 siswa kelas IX SMPN 4 Babat Kabupaten Lamongan Jawa Timur dibayangi perasaan gundah gulana.

Puluhan siswa ini adalah siswa yang mengalami nasib nahas saat sedang menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) kemarin.

Mereka wajib mengulang atau menjalani ujian ulang, Senin (29/04/2019). Mengulangnya puluhan siswa yang menempuh pendidikan di Kota Wingko Babat ini bukan karena mereka curang saat menjalani UNBK.

Tapi karena gangguan peralatan canggih teknologi yang sedang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan.
Gangguan server yang melumpuhkan sistem komputer, membuat pelaksanaan UNBK di SMPN 4 Babat ini harus menjalani ujian susulan.

Perasaan benci, jengkel dan kekhawatiran para siswa berkecamuk dalam benak mereka, karena harus mengulang UNBK meski tidak semua materi UNBK.

"Ya deg - degan terus," kata seorang siswa yang enggan disebutkan namanya kepada Tribunjatim.com.

Bagaimana tidak gundah, disaat teman lainnya sesama kelas IX di luar SMPN Babat sudah bisa santai, mereka masih harus memendam perjuangan hingga tiga hari ke depan tepatnya, Senin (29/04/2019).

Erin Taulany Akui Instagramnya Diretas, Pelapor Mencium Kebohongan Hingga Mengenal Anggota Stinky

Lagi, Panitia PPS di Lamongan Meninggal

Menilik Sumber Kekayaan Muzdalifah, Janda yang Dikenal Kaya Raya dan Punya Rumah Berlapis Emas

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Adi Suwito dikonfirmasi wartawan, Jumat (26/04/2019) membenarkan adanya siswa SMPN Babat yang harus ujian ulang.

“Bagaimana pun juga kesempatan ulang diberikan kepada anak-anak,” kata Adi kepada Tribunjatim.com.

Ada sebanyak 53 siswa yang harus menjalani ujian ulang pada Senin 29 April 2019 mendatang. Mereka berasal dari ruang 1 dan ruang 2.

“Minggu depan sudah bisa ulang,” kata Adi kepada Tribunjatim.com.

Gubernur Jatim Khofifah Diperiksa Penyidik KPK Selama 4 Jam, Status Sang Gubernur Masih Saksi

Perlu diketahui, penyebab siswa SMPN 4 Babat harus menjalani ujian ulang, karena listrik sedang down, yang berakibat UPS tidak kuat beban, dan menyerang server lokal hingga mati, sampai hardisk cadangan ikut rusak.
Menurut Adi, tidak ada masalah, setelah dikomunikasikan dengan Provinsi.

"Saat kejadian itu kami ingin diperpanjang, tapi waktunya gak ada, solusinya dari provinsi hak siswa tetap ada, mengulang,” kata Adi.

Sebenarnya, server bisa untuk download atau sinkronisasi ulang, namun pengajuan perpanjangan ujian tidak bisa karena server pusat pukul 18.00 WIB sudah tutup, sehingga para siswa harus ujian susulan.

Menurut Adi, Gangguan server UNBK yang terjadi di SMPN 4 Babat, Lamonganmerupakan hal biasa. Kendalanya sinkronisasi di daerah lain-lain pasti ada. Evaluasi keseluruhan lancar, hanya terjadi di SMPN 4 Babat.(Hanif Manshuri/Tribunajtim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved