Rumah Politik Jatim

Janji 'Potong Leher' La Nyalla, Gerindra Pamekasan: Kalau Benar, Kami Akui Sebagai Pahlawan Nasional

Bendahara DPC Partai Gerindra Pamekasan, Khairul Kalam kembali membahas janji La Nyalla Mattalitti potong leher bila Prabowo-Sandi menang di Madura

Janji 'Potong Leher' La Nyalla, Gerindra Pamekasan: Kalau Benar, Kami Akui Sebagai Pahlawan Nasional
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Khairul Kalam dan Tim Informasi dan Komunikasi Badan Pemenangan Daerah Kabupaten Pamekasan saat sedang menginput data di Kantor DPC Gerindra Pamekasan, Jalan Amin Jakfar, Kabupaten Pamekasan, Jumat (19/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Bendahara DPC Partai Gerindra Cabang Pamekasan, Khairul Kalam kembali membahas janji La Nyalla Mattalitti yang bersedia potong leher bila Prabowo-Sandi menang di Madura.

'Potong leher saya jika Prabowo menang di Madura' Kurang lebih seperti itulah ucapan La Nyalla yang menhebohkan ranah politik.

Meski sudah menyatakan hal tersebut dan real count sebagian besar TPS di Madura menyatakan Prabowo-Sandi unggul telak atas Jokowi-Maruf, La nyalla kemudian menolak melaksanakan ucapannya.

"Itu untuk intern kader saya yang di Madura, saya ngomong itu supaya memecut anggota saya agar bekerja keras untuk 01," kata La Nyalla Mattalitti yang juga Ketua MPW PP Jatim kepada TribunJatim.com, Sabtu (20/4/2019).

(Wawancara Eksklusif Bersama La Nyalla: Optimistis Lolos DPD RI Hingga Isu Potong Leher)

(Soal Potong Leher, La Nyalla: Itu Bahasa Komando Untuk Kadernya, Memenangkan Jokowi-Maruf Amin)

Menanggapi hal ini, Khairul Kalam menyebut alasan La Nyalla tidak masuk akal.

"Kalau boleh saya ibaratkan itu seperti Jaka sambung bawak golok. Ya gak nyambung," kata Khairul Kalam saat ditemui TribunMadura.com di DPC Partai Gerindra Cabang Pamekasan, Sabtu (27/3/2019).

Khairul Kalam menyatakan, bahwa sangat jelas pernyataan dari La Nyalla yang mengatakan kalau Prabowo menang di Madura, ia akan potong leher.

"Jadi ucapan itu tidak bisa ditafsir untuk kadernya sendiri. Saya kira La Nyalla ketika sudah tahu Prabowo menang di Madura nyalinya jadi ciut untuk potong leher," ujar Khairul Kalam.

Ucapan sumpah La Nyalla dinilai Khairul Kalam sebagai bentu Takabbur (Sombong).

"Dan bagi orang Madura yang sangat kental nuansa keagamaannya, sangat benci dengan sifat takabur. Karena takabur itu merupakan sifat dari iblis. Dan mohon maaf, kami tidak menyatakan bahwa La Nyalla itu iblis," jelas Khairul Kalam.

Halaman
123
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved