Pileg 2019

KPU Kota Malang Cermati Perolehan Suara Pemilu dari 12 Caleg yang Terjerat Kasus Korupsi

KPU Kota Malang akan mencermati betul perolehan suara dari nama-nama caleg yang menjadi tersangka kasus korupsi.

KPU Kota Malang Cermati Perolehan Suara Pemilu dari 12 Caleg yang Terjerat Kasus Korupsi
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi Pemilu 

“Saya tidak tahu apakah sudah diputuskan atau belum. Biasanya kan bisa saja sidang vonis ditunda,” terangnya.

Setelah divonis, terdakwa memiliki waktu seminggu untuk mengajukan banding.

Jika tidak ada upaya hukum lainnya atau banding selama seminggu itu, maka putusan hakim dianggap berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Status inkrah inilah yang menjadi acuan KPU untuk mencoret nama-nama caleg.

“Kami bisa mencoret kalau sudah inkrah,” tegas Fajar.

Pada caleg yang inkrahnya sebelum 17 April, peralihan suara ke partai dilakukan saat penghitungan suara di TPS.

Sehingga sudah bisa dipastikan, caleg yang sudah menjadi narapidana itu suaranya nol.

KPU Kota Malang Ajukan Coblos Ulang di Dua TPS ke KPU RI, Minta Tambahan Logistik Surat Suara

Temukan Pelanggaran, Bawaslu Kota Malang akan Kirim Surat Rekomendasi PSU ke KPU Kota Malang

Sedangkan yang belum inkrah hingga 17 April, suaranya masih bisa masuk. Namun suara caleg tersebut tidak bisa dialihkan ke parpol.

“Kalaupun misalnya mendapat kursi, dialihkan ke caleg yang berada di bawahnya,” paparnya.

Apa yang dilakukan oleh KPU Kota Malang ini sesuai dengan UU No 7 Tahun 2017 Pasal 240 dan PKPU No 20 Tahun 2018 Pasal 7 ayat 1 huruf g.

“Setelah ditetapkan secara nasional, maka penetapan calon terpilih ini akan kami lihat kembali. Apakah syaratnya sebagai caleg gugur atau tidak sesuai UU yang ada,” kata Fajar. (Surya/Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved