Banjir di Jombang Rendam 5 Desa, Puluhan Orang Ngungsi, Resepsi Pernikahan Ditunda Sampai Air Susut

Hujan lebat beberapa jam yang mengguyur wilayah Jombang sejak Minggu (28/4/2019) malam menyebabkan sedikitnya 5 desa di dua kecamatan terendam banjir

Banjir di Jombang Rendam 5 Desa, Puluhan Orang Ngungsi, Resepsi Pernikahan Ditunda Sampai Air Susut
SURYA.CO.ID/SUTONO
Sebagian warga Janti dan Kademangan terpaksa diungsikan menggunakan perahu karet ke Balai Desa Gambiran, Mojoagung, hingga air surut, Senin (29/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Hujan lebat beberapa jam yang mengguyur wilayah Jombang sejak Minggu (28/4/2019) malam menyebabkan sedikitnya 5 desa di dua kecamatan terendam banjir, Senin (29/4/2019).

Lima desa di dua kecamatan yang terendam banjir itu Desa Janti, dan Desa Kademangan,  keduanya di wilayah Kecamatan Mojoagung. Kemudian Desa Selorejo, Desa Catakgayam, dan Desa Wringinpitu (ketiganya di wilayah Kecamatan Mojowarno).

Akibat banjir di Jombang yang merendam rumah-rumah penduduk ini memaksa puluhan penghuninya mengungsi. Seperti di Dusun Kagulan, Desa Janti, Kecamatan Mojoagung. Banjir di siini mencapai ketinggian 1 meter. Air masuk ke rumah-rumah penduduk.

Diduga Proses Fermentasi, Tumpukan Ampas Tebu di Gudang Pabrik Gula Djombang Baru Terbakar

Polisi Tangkap Penyebar Video Hoax Emak-emak Labrak KPU Jombang Karena Kecurangan Pemilu

Sucipto (34) warga Dusun Kagulan, mengatakan, banjir mulai masuk ke permukiman Senin pukul 04.00 WIB. Sungai Catakbanteng yang melintasi kampungnya tak mampu menampung debit air hujan yang terjadi mulai Minggu malam pukul 18.00 WIB hingga Senin (29/4/2019) dini hari.

"Meskipun banjir mencapai satu meter, saya tidak mengungsi. Selain biasanya akan cepat surut kembali, juga karena saya harus menjaga kambing di rumah," kata Sucipto kepada Surya.co.id, Senin (29/4/2019).

Di Dusun Kagulan ini pula, sebuah tenda besar yang sudah dihias dan bakal digunakan resepsi pernikahan juga ikut terendam banjir. Tuan rumah terpaksa menunda resepsi hingga siang, sampai banjir surut.

Halaman rumah warga yang sudah dipasang tenda untuk resepsi pernikahan siang ini ikut terendam banjir di Dusun Kagulan, Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jatim, Senin (29/4/2019).
Halaman rumah warga yang sudah dipasang tenda untuk resepsi pernikahan siang ini ikut terendam banjir di Dusun Kagulan, Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jatim, Senin (29/4/2019). (SURYA.CO.ID/SUTONO)

Supervisor Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Jombang Pepi Santamaria menjelaskan, banjir di Jombang ini merendam 5 desa di 2 kecamatan.

Keliru Catat Hasil Suara di Form C1, Bawaslu Jombang Rekomendasi Hitung Ulang Pemilu di 11 Kecamatan

"Titik paling dalam di Desa Janti dan Kademangan, mencapai satu meter. Kalau di wilayah Mojowarno belum masuk rumah penduduk. Kisaran air 30-40 centimeter," terangnya.

Menurut Pepi, banjir di Desa Janti akibat jebolnya tanggul Sungai Catakbanteng selebar 2 meter. Banjir di Desa Kademangan akibat meluapnya Sungai Catakbanteng.

"Tapi banjir di Desa Janti dan Desa Kademangan pelan-pelan turun menyurut karena Dam Catakgayam, Dam Pulorejo dan Dam Rejoagung di Mojowarno airnya juga turun," ungkapnya.

Karena banjir di Kecamatan Mojoagung cukup tinggi, dilakukan pengunsgian, terutama anak-anak,  perempuan dan lansia. Karena itu, kata Pepi, jumlah warga yang mengungsi tak terlalu banyak.

Pagi ini posko pengungsian di Balai Desa Gambiran, Mojoagung hanya diisi sekitar 20 pengungsi dari Desa Janti. Sementara sekitar 40 pengungsi yang sebelumnya menempati Kantor Desa Kademangan, siang ini telah kembali ke rumah masing-masing. 

Banjir juga sempat merendam Desa Selorejo, Catak Gayam, Wringinpitu di Kecamatan Mojowarno, serta Desa Mancilan di Kecamatan Mojoagung. Tetapi Pepi memastikan banjir di empat desa itu sudah surut.

(uto/sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved