Dugaan Kecurangan Pilpres 2019 Rugikan Kedua Paslon Capres dan Cawapres, Simak Penjelasan Pengamat

Dugaan Kecurangan Pilpres 2019 Rugikan Kedua Paslon Capres dan Cawapres, Simak Penjelasan Pengamat

Dugaan Kecurangan Pilpres 2019 Rugikan Kedua Paslon Capres dan Cawapres, Simak Penjelasan Pengamat
Tribun Jabar
Ilustrasi situng KPU RI 

TRIBUNJATIM.COM - Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrip menegaskan selama Pemilu 2019 ini muncul dugaan kecurangan pasca pemungutan suara yang tidak hanya merugikan salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Dilansir dari Tribunkaltim.com, selama ini dugaan kecurangan dianggap hanya merugikan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hendri Satrip menyebutkan dugaan kecurangan pada Pemilu 2019 mampu merugikan siapa pun, sebab isu ini telah menjadi sumber gejolak di masyarakat.

Kota Pasuruan Sudah 100 %, Berikut Real Count Hari Ini 29 April 2019 Pilpres 2019 di Jawa Timur

Selain itu, ia menganggap bahwa penyelenggara pemilu seharusnya menjwab isu ini untuk meredam gejolak tersebut.

"Kecurangan-kecurangan yang terjadi di lapangan itu bukan hanya merugikan 02 tapi sangat mungkin juga merugikan 01. Maka temuan kecurangan itu harus benar-benar disikapi oleh KPU," jelas Hendri ketika dihubungi, Senin (22/4/2019).

Kemudian, Hendri Satrip mengatakan bahwa seharusnya pula KPU RI menyelidiki titik-titik yang diskatakan sebagai lokasi terjadinya kecurangan.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio di Cikini, Jakarta Pusat
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio di Cikini, Jakarta Pusat (Tribun Kaltim)

Pasalnya, sampai saat ini banyak data-data kecurangan dalam Pemilu 2019 yang tersebar di seluruh media sosial.

Sehingga KPU RI harus segera memeriksa apakah ada kecurangan di titik tersebut.

"Sebab isu kecurangan itu juga harus dijawab sama KPU dan harus dinetralisir. Kalau memang benar (ada kecurangan) ya maka lakukan hal-hal sebagaimana mestinya. Kalau tidak benar juga harus diomongin," ungkap Hendri.

"Kalau KPU diam saja ya makin bergolak di masyarakat," tambah dia.

Halaman
1234
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved