Sambut Ramadan, Dinas Kesehatan Gresik Soroti Para Pedagang Takjil

Kuliner-kuliner takjil menjadi sorotan pemerintah jelang bulan Ramadan terlebih dengan maraknya penemuan produksi kue pakai bahan kimia berbahaya.

Sambut Ramadan, Dinas Kesehatan Gresik Soroti Para Pedagang Takjil
surya/Galih Lintartika
ilustrasi kuliner takjil 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIKKuliner-kuliner takjil menjadi sorotan pemerintah jelang bulan Ramadan.

Faktor kualitas dan kesehatan bahan baku menjadi yang paling diperhatikan Dinas Kesehatan Gresik, terlebih dengan maraknya penemuan produksi kue pakai bahan kimia berbahaya.

Kasi Kefarmasian Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sri Hermiyati mengatakan pada bulan puasa tahun lalu, Dinkes Gresik menemukan dua jajanan takjil yang dijual bebas mengandung bahan pengawet, boraks.

"Krupuk dan cimol," ujarnya.

(Pameran Kolaborasi Kuliner Visual, MasterChef William Gozali Ajak Hargai Makanan Lewat Ramen)

Saat itu Dinas kesehatan hanya melakukan pendataan pedagang dan melakukan pembinaan.

Pihaknya menghimbau kepada para pedagang tidak menggunakan campuran bahan kimia yang berbahaya.

"Kebanyakan pedagang tidak tahu bahan yang mereka gunakan. Efeknya seperti apa, padahal untuk jangka panjangnya bisa sampai penyakit kronis,” tegasnya.

Saat bulan puasa, tingkat konsumsi jajanan takjil terbilang tinggi.

Dinkes selama ini juga sudah melakukan penyuluhan. Bahkan, beberapa waktu lalu melakukan sosialisasi desa pangan aman.

Pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan hal yang sama saat menemukan makanan yang mengandung bahan kimia dilarang.

Mengingat saat makanan itu dites akan langsung berubah warna tajam. "Patut dicurigai mengandung bahan kimia berbahaya," tutupnya.

Reporter: Surya/Willy Abraham

(Bupati Anas Buka Festival Banyuwangi Kuliner, Ada Peserta yang Sajikan Pecel Rawon Ala Jepang)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved