Khofifah Berikan PR Pada Wali Kota Madiun Soal Pengentasan Pengangguran

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan PR khusus bagi Wali Kota Madiun Maidi saat acara sertijab di DPRD Kota Madiun, Kamis (2/5/2019

Khofifah Berikan PR Pada Wali Kota Madiun Soal Pengentasan Pengangguran
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan PR khusus bagi Wali Kota Madiun Maidi dan Wakil Wali Kota Inda Raya saat acara sertijab di DPRD Kota Madiun, Kamis (2/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan PR khusus bagi Wali Kota Madiun Maidi saat acara sertijab di DPRD Kota Madiun, Kamis (2/5/2019).

Khofifah berpesan agar Pemkot Madiun ke depan fokus untuk mengatasi masalah pengangguran dengan memberikan peningkatan kualitas para calon tenaga kerja.

Pasalnya, Khofifah mengatakan Kota Madiun sudah baik dari segi angka pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia (IPM), dan angka partisipasi kasar maupun murni. Namun untuk angka pengengguran, Kota Madiun masih harus ditingkatkan lagi untuk pembukaan lapangan kerja.

"Saya selalu tekankan, untuk pembangunn lima tahun ke depan, yang tidak bisa ditawar adalah meningkat IPM. Tapi hari ini masyarakat Kota Madiun patut berbangga bahwa IPM Kota Madiun di jauh lampaui IPM Jawa Timur," kata Khofifah kepada Tribunjatim.com.

Begitu juga untuk angka partisipasi kasar Jawa Timur sebesar 82,8 persen. Sedangkan untuk Kota Madiun 104,87 persen. Lalu Khofifah juga membuka data kemiskinan perkotaan di Kota Madiun hanya 4,4 persen. Padahal angka kemiskinan perkotaan Jawa Timur mencapai 6,9 persen.

Terdakwa Kasus OTT di BPPKAD Gresik, Dana Mengalir ke Beberapa Pejabat dan Pegawai

4 Hari Persebaya Jalani TC di Bali, Djanur Klaim Upaya Membangun Chemistry Pemain Tercapai

Sambut Ramadhan 1440 H, PWNU Jawa Timur Sebarkan Beberapa Iimabuan

Artinya, dengan kualitas IPM yang bagus di Kota Madiun, pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata Jawa Timur dan nasional, dan angka kemiskinan perkotaan yang rendah, dikatakan Khofifah seharusnya angka pengangguran terbuka di Kota Madiun juga rendah.

"Namun pertumbuhan pengangguran rata-rata di Kota Madiun sekitar 3,8 persen. Padahal Jawa Timur 3,99 persen. Rasanya dengan kondisi pertumbuhan ekonomi Kota Madiun yang rata-ratanya jauh di atas Jawa Timur dan nasional harusnya penganggurannya juga rendah," katanya kepada Tribunjatim.com.

Untuk itu Khofifah ingin agar masalah pengangguran bisa menjadi fokus kerja Wali Kota Maidi dan Wakil Wali Kota Inda Raya dalam memimpin Kota Madiun 2019-2024.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan bahwa salah satu upaya Pemprov dalam meningkatkan kualitas angkatan kerja adalah membuat Millenial Job Center di Bakorwil Madiun.

Khofifah berharap Pemkot Madiun bisa bersinergi dan bisa menguatkan angkatan kerjanya dengan menimba bekal keterampilan di Millenial Job Center nantinya.

"Millenial Job Center akan diinisiasi di Madiun. Mereka bisa masuk ke program ini untuk dapatkan short course yang bisa menambah kapasitas angkatan kerja untuk pasar kerja Jawa Timur," kata Khofifah. (Fatimatuz zahroh/TribunJatim.com).

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved