Seorang Pemandu Lagu Ditahan Polres Blitar Kota Karena Menyimpan Sabu-Sabu, Ditangkap di Hotel

Pemandu lagu asal Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar diamankan Polres Blitar Kota karena menyimpan sabu-sabu.

Seorang Pemandu Lagu Ditahan Polres Blitar Kota Karena Menyimpan Sabu-Sabu, Ditangkap di Hotel
ilustrasi sabu-sabu 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Meyda Krusdian Sebila (21), harus mendekam di sel tahanan Polres Blitar Kota.

Pemandu lagu asal Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, ini ditangkap Satnarkoba Polres Blitar karena kepemilikan sabu-sabu.

"Dia kami tangkap di parkiran salah satu hotel di Kota Blitar," kata Kasat Narkoba Polres Blitar Kota, AKP Imron, Kamis (2/5/2019).

Penangkapan Meyda berdasarkan informasi dari masyarakat. Polisi mendapat kabar akan ada transaksi sabu-sabu di salah satu hotel di Kota Blitar. Polisi segera menyanggong pelaku di lokasi.

Ketika berada di lokasi, polisi melihat gerak-gerik mencurigakan seorang perempuan di areal parkir hotel.

Songsong Era Digital, Argia Academy Luncurkan Sekolah Digital Marketing Pertama di Kota Blitar

Pembajak Nomor WhatsApp Komisioner KPU Kota Blitar Minta Uang untuk Bayar Honor KPPS

Polisi mendekati perempuan dengan tato di kedua paha dan dada itu. Polisi menggeledah perempuan itu dan menemukan sabu-sabu seberat 0,32 gram.

"Posisi sabu-sabunya masih digengaman tangannya. Belum dimasukan ke tas," ujar Imron.

Ketika diperiksa, Meyda mengaku mendapatkan sabu-sabu itu dari temannya, Heri Winarno (34), warga Desa Kalilegi, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Saat itu, posisi Heri juga berada di hotel. Heri masih di dalam hotel.

Polisi segera menyergap Heri di kamar hotel. Saat digeledah, polisi tidak menemukan barang bukti sabu-sabu di kamar hotel Heri.

Lalu, polisi bergeser ke rumah kontrakan Heri di Wlingi. Polisi menggeledah rumah kontrakan Heri dan menemukan barang bukti sabu dan alat hisap sabu.

"Mereka berencana memakai sabu-sabu bersama-sama di hotel. Si pria menunggu di kamar, sedangkan perempuannya baru datang di hotel," katanya.

Menurut Imron, Heri ini sebagai pengedar sabu-sabu. Heri mengaku mendapat pasokan sabu-sabu dari seseorang di Mojokerto. Sistem pengiriman sabu-sabu biasanya dengan cara ranjau.

"Biasanya dia transfer dulu, setelah itu barangnya dikirim ke tempat tertentu yang sudah mereka sepakati," ujarnya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved