Di Ponpes Sunan Drajat Lamongan, Mahfud MD Sampaikan Dua Pesan Khusus kepada Ribuan Santri

Disaksikan ribuan santri dan jamaah Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan Jawa Timur, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD

Di Ponpes Sunan Drajat Lamongan, Mahfud MD Sampaikan Dua Pesan Khusus kepada Ribuan Santri
surya/Hanif Manshuri
Mahfud MD diacara Haul ke-XXVII Mbah Mayang Madu dan Kanjeng Sunan Drajat, di Desa Banjarwati, Paciran Lamongan, Sabtu (04/05/2019) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Disaksikan ribuan santri dan jamaah Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan Jawa Timur, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD didaulat menjadi keluarga besar Ponpes pimpinan KH Abdul Ghofur.

"Saya sudah dua kali ini hadir di pesantren yang sangat bersejarah dan menjadi salah satu pesantren tertua di Indonesia yang didirikan oleh Walisongo," kata Mahfud MD diacara Haul ke-XXVII Mbah Mayang Madu dan Kanjeng Sunan Drajat, di Desa Banjarwati, Paciran Lamongan, Sabtu (04/05/2019) malam.

Mahfud mengupas arti pentingnya haul. Ia menilai, kegiatan haul merupakan sesuatu yang sangat bermakna, sebagai manusia bisa mengingat terus atas jasa para pendahulunya.

"Apalagi Ponpes Sunan Drajat adalah warisan langsung dari Sunan Drajat," katanya.

Haul merupakan cara manusia untuk mengingat jasa para pendahulu, seperti saat mengenang bagaimana Sunan Drajat mensiarkan Islam melalui budaya tanpa pemaksaan.
Bagaimana syiar Islam mampu menyebar sedemikian rupa dari tangan para Walisongo termasuk Sunan Drajat.

"Cara para sunan mensyiarkan ajaran Islam tidak melalui kekerasan dan pemaksaan," katanya kepada Tribunjatim.com.

Mohammad Ahsan - Hendra Setiawan Sabet Juara di New Zealand Open 2019

Bayinya Tewas di Kolong Kasur Rumah, Wanita di Blitar Dikirim Polisi ke RSJ Lawang

KPU Jatim Optimis Angka Partisipasi Pemilih di Jatim Terkait Pemilu Lebih dari 80 Persen

Syiarnya, tentu melalui pendekatan, bersatu dengan budaya yang saat itu memang tengah digandrungi oleh masyarakat nusantara.

Kemudian bahwa pendekatan da'wah melalui budaya ini, mengakibatkan jumlah ummat Islam di Indonesia menjadi yang terbesar di dunia.

Kepada para santri, laki - laki asal Madura ini berpesan, sebagai santri dan generasi bangsa harus memiliki bekal dua kecerdasan yakni kecerdasan spritual atau keagamaan dan kecerdasan intelektual yakni, science.

Makanya, untuk mencapai itu, pondok pesantren sudah selayaknya memasukkan pengetahuan teknologi informasi untuk para santrinya.

Sehingga pada saat sudah lulus, tidak hanya dibekali ilmu agama yang kuat tetapi juga mempunyai pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kiai Abdul Ghofur dalam tausyiahnya, mengupas sejarah Ponpes Sunan Drajat yang diakuinya sebagai pondok tertua yang ada di Indonesia dan merupakan peninggalan Wali Songo yang masih tersisa.

"Pondok peninggalan Wali Songo lainnya tinggal situs-situs saja," katanya.

Pondok Pesantren Sunan Drajat ini memiliki nilai sejarah panjang karena keberadaan pesantren ini tak lepas dari nama yang di sandangnya yakni Sunan Drajat.

Ponpes Sunan Drajat mengembangkan pendidikan seluruh di Indonesia, Ponpes Sunan Drajat sudah mempunyai cabang di seluruh Indonesia.(n.(Hanif Manshuri/TribunJatim.com).

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved