Masuk Puasa Ramadan, Wisata Alam di Kota Batu Diprediksi Sepi Pengunjung Seperti Tahun Sebelumnya

Sudah jadi tradisi di Kota Batu jika selama puasa Ramadan wisata alam di Kota Batu sepi dari pengunjung.

Masuk Puasa Ramadan, Wisata Alam di Kota Batu Diprediksi Sepi Pengunjung Seperti Tahun Sebelumnya
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ilustrasi wisatawan melakukan kegiatan rafting di Kota Batu 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Sudah jadi tradisi di Kota Batu jika selama puasa Ramadan wisata alam di Kota Batu sepi dari pengunjung.

Seperti wisata petik apel dan rafting. Sepinya wisatawan ini bukan berarti akhir dari segalanya bagi petani apel dan rafting. Justru mereka mempersiapkan untuk liburan setelah Ramadan nanti.

Seperti yang diungkapkan oleh Amir satu petani apel di Desa Bumiaji. Menurutnya sepinya wisatawan yang petik apel saat bulan Ramadan justru sepi.

"Iya mbak sepi, dari tahun kemarin juga sepi. Tapi ini kami manfaatkan untuk mempersiapkan lahan setelah Ramadan," kata dia, Minggu (5/5/2019).

Pembangunan Pasar Sayur kota Batu Memasuki Tahap Lelang, Sudah Ada 64 Perusahaan Siap Bersaing

Biasanya wisatawan hanya beberapa rombongan saja yang petik apel saat bulan Ramadan. Baru nanti dua hari setelah Hari Raya tamu wisatawan membludak. Tetapi wisatawan sudah memesan jauh-jauh hari untuk wisata petik apel.

"Rombongan biasanya dua sampai tiga hari setelah lebaran. Bahkan lahan yang kami siapkan kadang kurang. Makanya belajar dari tahun kemarin, kami manfaatkan pas puasaan ini menyiapkan lahan siap dipetik," imbuhnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Publik Relation & Marcomm Manager Kaliwatu Group, Darmawan R. Putra.

30 Fotografer Ikuti Lomba Food & Travel Untuk Promosikan Potensi Wisata di Kota Malang

Saat puasa Ramadan pihaknya memanfaatkan untuk membuat program-program baru.

"Iya biasanya sepi, kami buat meeting untuk evaluasi setahun kedepan. Membuat tim lagi untuk mengawal wisatawan yang rafting," kata Wawan, panggilannya.

Ia menyatakan saat puasa Ramadan juga ada beberapa diskon bagi rombongan wisatawan yang berlibur.

Ada paket ngabuburit dengan harga per orang mulai dari Rp 80 ribu sampai Rp 120 ribu.

Lalu juga ada paket Ramadan, mulai dari 136 ribu sampai Rp 150 ribu. Dengan jarak tempuh dari 7 kilometer sampai 9 kilometer.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved