Tukang Tambal Ban di Surabaya ini Tewas di Kursi Becaknya

pria ditemukan tak bernyawa di atas kursi penumpang becak, Jalan Raya Simo Tembaan No 27, Simomulyo, Sukomanunggal, Surabaya, Minggu (5/5/2019).

Tukang Tambal Ban di Surabaya ini Tewas di Kursi Becaknya
istimewa
Sesaat sebelum dievakuasi petugas 

Laporan Wartawan TribunJatim.com,  Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seorang pria ditemukan tak bernyawa di atas kursi penumpang becak, Jalan Raya Simo Tembaan No 27, Simomulyo, Sukomanunggal, Surabaya, Minggu (5/5/2019).

Ia bernama Dul Gofar (63), warga Dusun Langgar, Desa Poreh, Karang Penang, Sampang, Madura.

Selama di Surabaya, ia diketahui tinggal di sebuah kos-kosan di Simo Jawar, Simomulyo, Sukomanunggal.

Posisi tubuh Dul Gofar terduduk di bagian kursi penumpang becaknya.

Saat itu, ia mengenakan kaos berwarna gelap dan celana hitam, lalu sebuah peci berwarna biru juga tampak menutup bagian atas kepalanya.

Menurut warga setempat, Dul Gofar dikenal sebagai tukang tambal ban, yang juga menjual bensin eceran di kawasan Jalan Raya Simo Jajar, Simomulyo Baru, Sukomanunggal, Surabaya.

Berdasarkan penuturan Dodik pemilik warung yang lokasinya berada tepat di depan jenazah Dul Gofar ditemukan.

Sopir Mengantuk, Bus di Tol Sragen-Ngawi Seruduk Truk Box dan Terperosok Parit, 5 Orang Luka

Ayah Korban Menangis Lihat Jasad Anaknya Diangkat dari Dalam Tambak

Polres Sidoarjo Giatkan Patroli dan Razia Menyambut Bulan Ramadan

Sesaat sebelum Dul ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, nafas Dul tampak tersengal-sengal.

"Setelah dicek, korban sudah meninggal dunia, saksi lalu melaporkan kejadian itu ke kami," kata Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Ipda Rochib, Minggu (5/5/2019).

Berdasarkan keterangan dari Tim Inafis Polrestabes Surabaya, tidak ada tanda bekas kekerasan dari tubuh Dul.

Kuat Dugaan, lanjut Rochib, Dul meninggal akibat sakit yang dideritanya.

"Tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan dan diduga meninggal karena sakit,"  lanjutnya.

Karena menerima sebab musabab kematian korbab, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi lanjutan.

"Langsung dibawa ke rumah Sampang Madura untuk disemayamkan dikarenakan keluarga korban tidak ingin dilakukan visum," tandasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved