Sudah Ditahan Sejak 2018, Ibu-Ibu Penipu Petambak Gurami Dilaporkan Lagi, Terancam Hukuman Tambahan

Suprihatin (43), warga Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu sudah ditahan Kejaksaan Negeri Tulungagung, karena kasus penipuan.

Sudah Ditahan Sejak 2018, Ibu-Ibu Penipu Petambak Gurami Dilaporkan Lagi, Terancam Hukuman Tambahan
ist
Ilustrasi penipuan 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Suprihatin (43), warga Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu sudah ditahan Kejaksaan Negeri Tulungagung, karena kasus penipuan.

Suprihatin berhasil memperdaya sejumlah petambak ikan gurami, dengan tidak melunasi pembayaran saat panen.

Namun kini Suprihatin terancam akan mendekam di penjara lebih lama lagi. Sebab sejumlah petambak gurami lainya menyusul melaporkannya ke polisi.

Dua korban yang melapor terakhir adalah Mujiat (44) warga Desa Sanggrahan dan Gatot Ismanuri (38) warga Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu.

Fakta Lain di Balik Tewasnya Dua Pemotor Tulungagung, Saksi Sebut Ada Kaitan Balapan Motor Herex

“Kami sudah menerima dua laporan dari dua warga. Kami akan agendakan memeriksa terlapor,” terang Kapolsek Boyolangu AKP Pudji Widodo, melalui Kanit Reskrim, Aiptu Bambang Kurniawan, Senin (6/5/2019).

Mujiat hanya menerima pembayaran Rp 5 juta, padahal total ikan yang dibeli Suprihatin sebesar 1.1225 kilogam, atau setara Rp 27 juta. Sedangkan Gatot hanya menerima pembayaran Rp 10 juta.

Padahal ikan yang dibeli suprihatin seberat 1.650 kilogram, atau setara Rp 30,45 juta. Masih menurut Bambang, karena Suprihatin ditahan Kejaksaan, pihaknya akan berkoodinasi.

“Misalnya kalau terlapor punya penasehat hukum, kami akan hubungi. Kalau tidak, kami akan memeriksa yang bersangkutan,” ujarnya.

Bambang telah mengamankan surat pernyataan kesanggupan membayar yang dibuat Suprihatin, sebagai barang bukti. Dari pemeriksaan dua korban, mereka mengaku terpedaya oleh bujuk rayu Suprihatin. Perempuan ini menjanjikan harga yang lebih mahal dibanding pedagang lain.

Ada Ratusan Motor sebelum Kecelakaan Maut yang Renggut Dua Korban di Jatimulyo Tulungagung

Bukan hanya itu, dia juga memberikan uang muka pembelian. Sedangkan pelunasan paling lama akan dilakukan satu bulan kemudian. Namun ternyata hingga hampir satu tahun, Suprihatin tidak pernah menepati janjinya.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved