Wali Kota Madiun Maidi akan Berlakukan Lima Hari Sekolah bagi Pelajar SD dan SMP

Pemerintah Kota Madiun akan memberlakukan kebijakan baru terkait hari belajar bagi pelajar SD dan SMP.

Wali Kota Madiun Maidi akan Berlakukan Lima Hari Sekolah bagi Pelajar SD dan SMP
SURYA/SAMSUL HADI
ILUSTRASI - Sejumlah siswa saat mengikuti UNBK pada 2018. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Pemerintah Kota Madiun akan memberlakukan kebijakan baru terkait hari belajar bagi pelajar SD dan SMP.

Di bawah kepemimpinan wali kota yang baru, Pemkot Madiun akan menerapkan lima hari sekolah bagi jenjang pendidikan SD dan SMP.

"Ya, jadi nanti pelajar SD dan SMP di Kota Madiun lima hari belajar, bukan enam hari. Ini akan berlaku pada tahun ajaran baru nanti," kata Wali Kota Madiun yang baru saja dilantik, Maidi, Senin (6/5/2019).

Khofifah Berikan PR Pada Wali Kota Madiun Soal Pengentasan Pengangguran

4 Resep Takjil Berbahan Dasar Pisang untuk Menu Buka Puasa dari Kolak hingga Molen, Bisa Dicoba!

Dia mengatakan, para pelajar akan pulang sore selama lima hari sekolah itu, yaitu Senin hingga Jumat, seperti jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Madiun.

Ia menuturkan, pembelajaran akademik bagi pelajar SD dan SMP, selama lima hari dirasa sudah cukup.

Wali Kota Madiun, Maidi, Senin (6/5/2019).
Wali Kota Madiun, Maidi, Senin (6/5/2019). (SURYA/RAHARDIAN BAGUS)

Sedangkan dua hari sisanya, menjadi kesempatan bagi orangtua untuk mendidik dan mendampingi anak-anaknya.

"Sabtu dan Minggu nantinya bisa menjadi hari pembelajaran keluarga. Sebab, anak SD dan SMP perlu pendampingan dari keluarga," kata mantan sekda Kota Madiun ini.

Diarak Menggunakan Kereta Kencana, Maidi dan Inda Raya Disambut Ribuan Masyarakat Kota Madiun

Trauma, Kim Dong Bin Minta Para Juri Sembunyikan Tangannya Saat Evaluasi Kelas Produce X 101

Maidi mengatakan, karena waktu belajar akan berlangsung hingga sore, para pelajar Muslim, bisa mengikuti salat Zuhur dan Asar berjamaah di sekolah.

Waktu atau jam pulang sekolah, disamakan dengan waktu pulang kerja orangtuanya, sehingga orangtua tidak perlu izin untuk menjemput anak sekolah saat masih bekerja.

Maidi menambahkan, ketika ada anak yang mempunyai masalah di sekolah, guru bimbingan konseling harus berkunjung ke rumah anak yang bermasalah tersebut.

Wali Kota Madiun Maidi Tak Ingin ada ASN Obesitas Layani Masyarakat, Sebut Akan Lakukan Sidak Ketat

Dengan demikian, guru BK bida tahu apa permasalahannya dan cara mengatasinya.

"Hasil laporan mengenai permasalahan pelajar juga harus diserahkan ke wali kota. Sehingga wali kota juga tahu kondisi anak-anak di wilayah yang dipimpinnya," imbuhnya. (Surya/Rahardian Bagus)

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved