Pilpres 2019

NasDem Tolak Hasil Pileg DPR RI dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik

Partai Nasional Demokrat (NasDem) tegas menolak menandatangani hasil rekapitulasi untuk pemilihan legislatif DPR RI di empat kabupaten di Jatim pada

NasDem Tolak Hasil Pileg DPR RI dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Suasana Real Count di Kantor Bappilu DPW Nasdem Jatim, Jalan Arjuno, Surabaya, Jumat (19/4/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Partai Nasional Demokrat (NasDem) tegas menolak menandatangani hasil rekapitulasi untuk pemilihan legislatif DPR RI di empat kabupaten di Jatim pada Rapat Rekapitulasi Suara Tingkat Provinsi Senin (4/5/2019).

Alasannya, partai bernomor urut lima ini merasa dicurangi di wilayah tersebut.

Keempat kabupaten ini adalah Bojonegoro, Tuban, Gresik dan Lamongan. Untuk DPR RI, Bojonegoro dan Tuban merupakan dapil Jatim IX, sedangkan Lamongan dan Gresik merupakan dapil Jatim X.

Sikap tersebut diambil sebagai tindaklanjut atas investigasi pasca putusan rekap di tingkat kabupaten.

"Kami telah melakukan cross-check ulang untuk hasil rekapitulasi perolehan suara DPR RI di empat kabupaten itu. Hasilnya, banyak sekali penjumlahan form C1 yang tidak sesuai," kata Regginaldo Sultan, Sekretaris Jenderal (Sekjend) Badan Advokasi Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin (6/5/2019).

Menurut Regginaldo, potensi kecurangan itu berjalan masif dan sistematis.

"Oleh karenanya, kami akan mengejar terus untuk mengumpulkan bukti kecurangan di dalam waktu yang ada," katanya.

Hari Kedua Puasa Ramadan, Mulan Jameela Jenguk Ahmad Dhani di Rutan Sambil Bawa Dua Barang Ini

Profil-Biodata DJ Adam Sky yang Ditemukan Tewas di Bali, Ayahnya Bukan Sosok Sembarangan

UPDATE REAL COUNT Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo, Selasa 7 Mei 2019, Selisih 13 Juta Lebih Suara

Pihaknya menguraikan bahwa potensi penggelembungan ini terjadi hampir di seluruh TPS di empat kabupaten tersebut.

"Ini menyeluruh ke semua TPS. Sebenarnya, tidak banyak, mungkin sekitar puluhan suara saja di tiap TPS," katanya.

"Misalnya, seharusnya total dalam penjumlahan 1 ditambah 1 adalah 2, namun hasilnya malah 50. Ini hanya untuk partai tertentu dan hanya partai itu-itu saja," katanya.

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved