Kenalkan Printer Braille, ITS Ajak Anak-Anak Muda Penyandang Tunanetra Berkarya

ITS mengajak anak-anak berkebutuhan khusus seperti tunanetra mengembangkan minat bakatnya dalam bidang literasi.

Kenalkan Printer Braille, ITS Ajak Anak-Anak Muda Penyandang Tunanetra Berkarya
Istimewa
ITS menggelar pelatihan literasi siswa tuna netra menggunakan printer huruf braille pada Selasa (8/5/2019)   

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIN.COM, SURABAYA - ITS mengajak anak-anak berkebutuhan khusus seperti tunanetra mengembangkan minat bakatnya dalam bidang literasi.

Motivasi tersebut disalurkan melalui pelatihan menulis melalui komputer dan printer braille milik ITS.

Ketua pelaksana pelatihan, Dr Ir Hendra Kusuma melihat setiap anak memiliki kesempatan mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki, termasuk anak berkebutuhan khusus penyandang tunanetra.

"Mereka layak mendapat pendidikan yang baik, memiliki impian, jadi kami disini membantu mewujudkan impian anak-anak penyandang tunanetra dengan memotivasi agar mereka terus berkarya," kata Hendra Kusuma, Rabu (8/5/2019).

(Terinspirasi Kembangkan Kopi, Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Coffiar sebagai Bahan Skripsi)

Sisipan motivasi diberikan di tengah acara pelatihan kepada 15 siswa dari SLB A YPAP Tegalsari dan SLB A YPAB Gebang Putih untuk tidak patah semangat dalam berkarya di tengah keterbatasan mereka.

Selain itu, Hendra juga memotivasi mereka dengan memberitahu bahwa banyak nama-nama hebat dari penyandang tunanetra yang berkarya dan menoreh prestasi dunia.

Sebut saja, penyanyi terkenal Stevie Wonder, Stevland Hardway Morris, bahkan Saqib Shaikh seorang tunanetra yang bekerja sebagai software enginer di perusahaan multinasional Microsoft.

Berkomitmen untuk membantu anak-anak penyandang tunanetra dalam bidang literasi, pelatihan yang digelar oleh Fakultas Teknologi Elektro ITS ini juga mengajak siswa-siswi tunanetra menulis dan mencetak karya mereka.

Antusias anak-anak terlihat saat mereka mengoperasikan tulisan di laptop pada pelatihan dengan tema Using Braille Embosser and Text Editor Software for the Blind and Visual Impairment Student.

(Gagas Pertanian Dalam Rumah, Dua Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Airlangga Raih Juara)

"Kami memiliki dua printer braille yang ada di laboratorium Departemen Teknik Elektro ITS. Nantinya dapat dimanfaatkan secara penuh mencetak karya maupun dokumen pribadi merek,a seperti kartu nama, rekening bank dan lain-lain," kata

Karissa Puspa Kusuma (16) siswi SMP LB YPAB Surabaya mengaku tidak menemui kesulitan saat mengoperasikan komputer dan mencetak tulisannya di printer braille.

"Enggak susah, enggak susah bikinnya. Mudah gampang," kata Karissa sembari memegang kertas print.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved