Polisi Usut Dugaan Korupsi Bansos, Dinas Peternakan Tulungagung Tak Dilibatkan Dalam Dana Proposal

Polisi Usut Dugaan Korupsi Bansos, Dinas Peternakan Tulungagung Tak Dilibatkan Dalam Dana Proposal.

Polisi Usut Dugaan Korupsi Bansos, Dinas Peternakan Tulungagung Tak Dilibatkan Dalam Dana Proposal
SURYA/DAVID YOHANES
Sapi-sapi yang dijual di Pasar Hewan Beji, Kabupaten Tulungagung. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Unit Tipikor Satrekrim Polres Tulungagung mengusut dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Dinas Peternakan Jatim tahun 2017.

Dana yang seharusnya diwujudkan lima ekor sapi justru tidak dibelikan sapi sama sekali.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung, Tatik Andayani mengatakan, pihaknya sama sekali tidak dilibatkan dalam proposal tersebut.

Dugaan Korupsi Bansos Dinas Peternakan Jatim, Proposal Cair Rp 100 Juta, Uang Dinikmati 2 Keluarga

Unit Tipikor Polres Tulungagung Selidiki Dugaan Korupsi Bansos Pemprov Jatim 2017 di Tulungagung

Tahun Depan Anggaran Naik Signifikan, Kementerian Sosial RI Terus Evaluasi Bansos Non Tunai

"Proposalnya langsung masuk ke Provinsi, tidak masuk ke kami," ujar Tatik, Rabu (8/5/2019).

Menurut Tatik, pihaknya hanya menunjukkan lokasi Desa Karangrejo.

Selanjutnya tim dari provinsi yang melakukan survei kelayakan langsung ke lapangan.

Tim dari provinsi pula yang mengevaluasi proposal, untuk menentukan layak tidaknya calon penerima Bansos tersebut.

"Kami hanya menunjukkan tempat, selebihnya kami tidak terlibat," tegas Tatik.

Informasi yang didapat Tribunjatim.com dari antara warga, Bansos ini jatah anggota DPRD Jatim.

Sementara yang dicairkan lewat Pokmas Tentrem Dusun Kedungsingkil, Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu yang dibentuk terlapor, DWK, milik anggota DPRD Provinsi dari sebuah partai besar.

Dana yang dicairkan dari Bansos ini sebesar Rp 100 juta, namun tidak dicairkan utuh.

DWK hanya menerima setengah dari dana tersebut. Karena dananya tidak mencukupi untuk membeli lima ekor sapi, dana sisanya dipakai untuk kepentingan pribadi.

"Jadi dananya sudah ada pihak yang memotong duluan. Karena tidak mungkin dibelikan sapi, sekalian dipakai untuk kepentingan pribadi," ungkap sumber tersebut.

Penulis: David Yohanes
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved