Ditahan di Polda Jatim, Pilot Lion Air yang Pukul Staf Hotel Minta Penangguhan Penahanan

Oknum pilot Lion Air, Arden Gabriel yang melakukan pemukulan kepada seorang pegawai Hotel La Lisa, Surabaya menginap di Tahanan Polda Jatim

Ditahan di Polda Jatim, Pilot Lion Air yang Pukul Staf Hotel Minta Penangguhan Penahanan
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Oknum pilot Lion Air, Arden Gabriel yang melakukan pemukulan kepada seorang pegawai Hotel La Lisa, Surabaya menginap di Tahanan Polda Jatim.

Dia dinyatakan sebagai tersangka usai diperiksa satu jam dan polisi mendapat 3 barang bukti.

Menyatakan pnedapat, Arden Gabriel meminta penangguhan penahanan, Kamis (9/5/2019) kemarin.

"Dia minta penangguhan penahanan atas kasusnya itu kemarin," katanya saat ditemui awak media di ruangan Humas Polda Jatim, Jumat (10/5/2019).

(UPDATE Kasus Pilot Lion Air Pukul Staf, 1 Jam Diperiksa, 3 Bukti Langsung Jebloskan AG ke Tahanan)

Namun permintaan itu, secara tegas ditolak oleh pihak penyidik Polrestabes Surabaya.

Barung menyatakan, polisi harus berlaku sama pada setiap warga negara.

"Kami ingin buktikan kalau kami komitmen pada equality before the law," lanjutnya.

Jenis perilaku yang dilakukan oleh oknum pilot kepada pegawai hotel tersebut, disebut Barung sebagai perilaku penganiayan yang cenderung melukai hati publik.

Kendati begitu, Barung memastikan perilaku kekerasan tersebut merupakan efek dari obat-obatan terlarang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Gabriel dinyatakan 'negatif' dari penggunaan narkoba.

"Iya tadi sudah ada datanya dari dokter, dia gak ngonsumsi narkoba," tandasnya.

(Satu Jam Diperiksa, Pilot Lion Air Aniaya Pegawai Hotel Jadi Tersangka)

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved