KH Achmad Shiddiq Diusulkan LP3M Universitas Jember Dapat Gelar Pahlawan Nasional

(LP3M) Universitas Jember mengusulkan KH Achmad Shiddiq mendapatkan gelar pahlawan nasional. Proses pengusulan tersebut kini sudah berjalan.

KH Achmad Shiddiq Diusulkan LP3M Universitas Jember Dapat Gelar Pahlawan Nasional
sri wahyunik/surya
Suasana audiensi tim pengusul Gelar Pahlawan untuk KH Achmad Shiddiq dengan Bupati Jember Faida, Jumat (10/5/2019) 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pusat Pengembangan Pendidikan Karakterr dan Ideologi Kebangsaan (P3KIK) Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember mengusulkan KH Achmad Shiddiq mendapatkan gelar pahlawan nasional. Proses pengusulan tersebut kini sudah berjalan.

Jumat (10/5/2019) tim pengusul melakukan audiensi dengan Bupati Jember Faida di Pendapa Wahyawibhawagraha, Jember, untuk menindaklanjuti pengusulan itu.

Menurut Penanggungjawab Tim Pengusul, Akhmad Taufiq, proses pengusulan sudah dilakukan sejak tahun 2018 lalu.

"Kami melakukan tiga langkah. Pertama, tim pengusul melakukan FGD pada bulan November 2018 lalu di Unej tentang Kiai Achmad Shiddiq. Kedua, pada 30 November 2018, tim secara resmi mengajukan melalui Bupati Jembernama Kiai Achmad Shiddiq untuk diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional. Ketiga, hari ini, kami melakukan audiensi dengan bupati setelah pengajuan resmi pada November lalu," ujar Taufiq usai beraudiensi dengan Bupati Jember, Jumat (10/5/2019).

Tim pengusul, lanjut Taufiq, menyambut baik sambutan Bupati Jember Faida. Sebab, bupati malah meminta prosesnya dipercepat, dan pada bulan Juni nanti Pemkab Jember akan memfasilitasi seminar mengenai KH Achmad Shiddiq.

Setelah itu, prosesnya nanti melalui Tim Penelitian dan Pengkajian Gelar Daerah yang dibentuk oleh Bupati Jember. Setelahnya tim tersebut yang akan membawanya ke Gubernur Jatim, untuk selanjutnya diusulkan ke pemerintah pusat.

"Ini merupakan ikhtiar dari P3KIK LP3M Unej supaya Kiai Achmad Shiddiq mendapat gelar nasional, dan keluarga juga mendukung. Ditambah dengan sinergitas dari Pemkab Jember, harapan kami ini bisa berhasil. Menurut kami, Kiai Achmad Shiddiq merupakan tokoh yang sangat penting bagi Indonesia. Karena beliau mampu mengharmonisasi Pancasila dan agama, agama dan negara. Bagaimana dulu tahun 1980, ketika ditetapkan asas tunggal Pancasila dan timbul kekhawatiran jika Pancasila adalah agama baru. Akhirnya Kiai Achmad menafsiri bahwa Pancasila bulan agama tetapi ideologi bangsa," tegas Taufiq.

Penafsiran Kiai Achmad itu antara lain disampaikan pada Munas Alim Ulama tahun 1983 dan Muktamar NU ke-27 tahun 1984 di Situbondo. Karena penafsiran itulah, Pancasila sebagai ideologi bangsa diterima oleh banyak kalangan terutama kalangan ulama dan kiai.

Waspadai Jalur Gumitir Jember, Rawan Pohon Tumbang

Menu Takjil Ashanty di Rumah Cinere Jadi Sorotan, Super Banyak hingga Seluruh Pantry Penuh

Khofifah Sebut PP No 12 Tahun 2019 Jadi Solusi Pemda Bantu Pendanaan SMA/SMK

Sementara itu, Bupati Jember Faida menyebut Kiai Achmad Shiddiq berperan menjadikan NKRi yang tentram, aman, dan damai hingga saat ini. "Kiai Achmad Shiddiq berjuang bagaimana asas tunggal Pancasila bisa diterima, ini sejarah bangsa. Beliau membuat NKRI ini tentram, aman, damai sampai saat ini. Kami masyarakat Jember mengajukan pengusulan gelar kepahlawanan ini untuk beliau bersama dengan keluarga, Pemkab Jember, dan akademisi Unej, juga sejarawan," tegas Faida kepada Tribunjatim.com.

Pemkab Jember, lanjutnya, sangat mendukung pengusulan tersebut. Bahkan Juni nanti, bersamaan dengan Bulan Pancasila, Pemkab Jember akan menggelar seminar tentang Kiai Achmad Shiddiq.

"Beliau adalah kiai besar, dari Jember bisa menyatukan umat. Berjuang dari Jember untuk Indonesia," tegasnya.

Selain Kiai Achmad Shiddiq, Jember juga memiliki tokoh nasional seperti Letkol M Sroedji, dan dokter Soebandi. Nama Sroedji juga diusulkan mendapat gelar sebagai pahlawan nasional.

Para tokoh-tokoh tersebut, tegas Faida, bisa menjadi sosok teladan bagi masyarakat Jember, dan Indonesia. "Karena saat ini kita krisis keteladanan. Dengan tokoh-tokoh tersebut, saya harapkan bisa menjadi sosok teladan bagi generasi bangsa kita," pungkas Faida kepada Tribunjatim.com.

KH Achmad Shiddiq, lahir di Jember 24 Januari 1926 dan meninggal dunia 23 Januari 1991 (umur 64), merupakan tokoh kiai di Indonesia. Kiai Achmad dikenal sebagai tokoh NU. Pernah menjabat sebagai Rais AM PBNU. Kompleks pondok pesantren di Talangsari Jember merupakan saksi dan jejak Kiai Achmad. Bagi kalangan pesantren, dan warga Jember, Ponpes Talangsari merupakan kompleks Ponpes yang terkenal, karena terdapat sejumlah Ponpes di kawasan tersebut. Beberapa Ponpes itu beralamat di Jl KH Shiddiq, Talangsari. (Sri Wahyunik/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved