Satpol PP Kediri Amankan Pasutri Pengemis Bawa Kotak Sumbangan atas Nama Penyandang Tuna Rungu

Patroli Satpol PP Kota Kediri mengamankan dua pengemis tuna rungu. Pengemis asal Nganjuk ini terjaring petugas di Perempatan Jl Kawi

Satpol PP Kediri Amankan Pasutri Pengemis Bawa Kotak Sumbangan atas Nama Penyandang Tuna Rungu
Surya/Didik Mashudi
Pengemis yang membawa kotak sumbangan bertuliskan disabilitas tuna rungu diamankan Satpol PP Kota Kediri, Jumat (10/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Patroli Satpol PP Kota Kediri mengamankan dua pengemis tuna rungu.

Pengemis asal Kabupaten Nganjuk ini terjaring petugas patroli di Perempatan Jl Kawi, Kota Kediri, Jumat (10/5/2019).

Kedua pengemis ini juga membawa kotak sumbangan bertuliskan "Mohon Bantuan Amal Sukarela Penyandang Disabilitas Tuna Rungu/Wicara Seiklasnya".

Dari hasil identifikasi petugas, kedua pengemis tuna rungu ini merupakan pasangan suami istri yakni Haryono (39) dan Santi (39) warga Desa Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.

(Satpol PP Akan Perketat Wilayah di Surabaya untuk Antisipasi Sebaran Anak Jalanan hingga Pengemis)

Petugas kemudian membawa keduanya ke Kantor Satpol PP Kota Kediri untuk melakukan pembinaan dan pendataan.

Petugas juga menghadirkan petugas Kantor Dinas Sosial Kota Kediri dan pengurus Gerakan untuk kesejahteraan tunarungu Indonesia (Gerkatin) untuk memberikan pencerahan.

Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid menjelaskan, petugas meminta kedua penyandang tuna rungu membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

"Kedua pengemis ini meminta-minta dengan menggunakan simbol difabel untuk mendapat belas kasihan," jelasnya.

Petugas selanjutnya memulangkan kedua penyandang tuna rungu ke alamat rumahnya. Sedangkan kotak sumbangan yang menjadi alat untuk mengemis diamankan petugas.

(VIDEO VIRAL di Facebook: 2 Pengemis Cekcok Rebutan Lahan di Tengah Jalan, Ketahuan Pura-pura Pincang)

Maskurun, Ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jatim sempat ikut menemui kedua pengemis yang diamankan petugas di Kantor Satpol PP Kota Kediri.

"Kami bersama petugas Satpol memberikan pengertian, bahwa cara meminta-minta untuk kepentingan pribadi dan mencantumkan nama tuna rungu, merugikan kami sebagai penyandang tuna rungu," ungkapnya.

Maskurun juga menyampaikan apresiasi kepada petugas Satpol PP yang telah mengambil tindakan tegas sekaligus untuk efek jera dan pelajaran agar tidak muncul bibit-bibit serupa.

Adapun solusi jangka panjang yang bisa dilakukan yakni memberikan rehabilitasi di panti sosial, dengan tetap memperhatikan kondisi disabilitas yang bersangkutan.

Reporter: Surya/Didik Mashudi

(Pengemis Ditemukan Meninggal dengan Bawa Uang Puluhan Juta, Tinggalkan Tabungan Berisi 15 Miliar)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved