Diduga Hasil Curian, Belasan Ekor Unggas Mati Lengkap dengan Motor Ditemukan di Bukit Teletubbies

Warga Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, dihebohkan dengan adanya unggas dalam jumlah yang cukup banyak, Minggu (12/5/2019).

Diduga Hasil Curian, Belasan Ekor Unggas Mati Lengkap dengan Motor Ditemukan di Bukit Teletubbies
ISTIMEWA
Unggas yang mati ditemukan warga di Bukit Teletubbies, Desa Bumiaji, Minggu (12/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Warga Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, dihebohkan dengan adanya unggas dalam jumlah yang cukup banyak, Minggu (12/5/2019).

Unggas yang diperkirakan ada belasan ekor lengkap dengan sepeda motor itu ditemukan warga sekitar pukul 06.00 WIB di Bukit Teletubbies, Desa Bumiaji.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua RW 10, Juwari.

"Sekitar jam 6 pagi warga laporan ke saya. Dan begitu ke lokasi unggas itu sudah mati. Dalam keadaan diikat," kata dia saat dikonfirmasi.

Pemkot Batu Masih Tak Kunjung Miliki Aset Pemandian Air Panas Songgoriti

Satgas Pangan Kota Batu Sidak, Masyarakat Masih Ketakutan Adanya Kenaikan Harga

Ia menjelaskan unggas itu saat ditemukan, berada dikantong sepeda motor jenis Honda Astrea dengan Nomor Polisi N 2545 FO.

Pihaknya memperkirakan motor itu ditinggal beserta belasan ekor unggas sekitar pukul 04.00 pagi.

Karena unggas itu mati tidak dalam jangka waktu yang lama.

"Tidak bau menyengat, kami memperkirakan kalau unggas itu ditinggal sekitar pukul 4 pagi. Warga di sini mengira kalau itu hasil curian, lalu malingnya takut karena sudah pagi, makanya ditinggal begitu saja," imbuhnya.

Warga setempat juga mengira jika unggas itu milik salah satu warga Kecamatan Pujon.

Karena di sekitar Desa Bumiaji tidak ada peternak unggas.

Maksimalkan Rest Area di Jalur Lingkar Barat, Pemkot Batu Tertibkan Para PKL

Tidak Ada Libur Saat Ramadan, Antisipasi Sampah Membludak di Kota Batu

Disinggung apakah pelakunya warga Desa Bumiaji, ia juga tidak bisa memastikan hal tersebut.

"Sepertinya itu dari wilayah Pujon. Sekarang sudah diperikas Kepolisian, yang jelas bukan warga sini. Kalau pelakunya kaki juga tidak tahu mas," pungkasnya.

Disinggung apakah Dusun Banaran menjadi jalur tikus para pelaku kejahatan, dirinya tidak membenarkan karena penemuan itu baru pertama kalinya terjadi. (Surya/Sany Eka Putri)

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved