Ungkap Prostitusi Online, Polisi Gerebek Hotel di Kediri, Temukan Sejoli Sedang Kencan

Ungkap Prostitusi Online, Polisi Gerebek Hotel di Kediri, Temukan Sejoli Sedang Kencan dan Tangkap Muncikari di Rumahnya.

Ungkap Prostitusi Online, Polisi Gerebek Hotel di Kediri, Temukan Sejoli Sedang Kencan
Hindustantimes.com
Ilustrasi Prostitusi Online di Indonesia 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Unit PPA Polres Kediri mengungkap kasus tindak pidana perdagangan manusia dan praktek prostitusi online.

Para pelaku diamankan dari hotel yang ada di Jl Erlangga Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Informasi yang dihimpun tribunjatim Minggu (12/5/2019), dari hotel yang digrebek petugas mengamankan BS pekerjaan wiraswasta warga Kelurahan Ngampel, Kota Kediri bersama perempuan RA pekerjaan wiraswasta warga Mojoroto, Kota Kediri.

Komunitas Kediri Mural Movement Lukis Kampung Keren, Angkat Tema Dolanan Anak Zaman Dahulu

Operasi Gabungan di Kota Kediri Amankan Puluhan Botol Miras

WNA yang Diamankan Satpol PP Kediri Akhirnya Pulang, Ternyata Punya Paspor dan Kitas

Selanjutnya dari keterangam BS dan RA petugas mengamankan NI (39) warga Pagu, Kabupaten Kediri.

Dari hotel lokasi penggrebekan diamankan barang bukti dua unit ponsel, sebuah selimut, sebuah sarung bantal, selembar kuitansi pembayaran hotel, satu lembar registrasi hotel dan uang tunai Rp 600.000.

Pengungkapan prostitusi online ini bermula dari informasi yang diterima petugas Polres Kediri ada praktek tindak pidana prostitusi via online di hotel Jl Erlangga.

Selanjutnya anggota Unit PPA Satreskrim Polres Kediri melakukan pemeriksaan terhadap kamar-kamar hotel. Kemudian di salah satu kamar nomor 306 ditemukan pasangan bukan suami istri yang sedang berkencan.

Dari keterangan pihak perempuan tersebut disalurkan oleh muncikari atas nama NI melalui pesan whats app.

Selanjutnya kedua pasangan mesum itu diamankan petugas.

Hasil pengembangan kasusnya dilakukan penangkapan terhadap muncikari NI di rumahnya Desa/Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Paur Humas Polres Kediri Aipda Endik Wahyu saat dikonfirmasi menjelaskan, tersangka muncikari bakal dijerat pasal 2 ayat (1) UU No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Perdagangan Orang.

Tersangka juga dijerat dengan pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun maksimal 15 tahun.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved