Ada 1584 Fasilitas Kesehatan Saat Mudik Lebaran, Dinkes Jatim Bakal Buka Pos Kesehatan Saat H-10

Ada 1584 Fasilitas Kesehatan Saat Mudik Lebaran, Dinkes Jatim Bakal Buka Pos Kesehatan Saat H-10.

Ada 1584 Fasilitas Kesehatan Saat Mudik Lebaran, Dinkes Jatim Bakal Buka Pos Kesehatan Saat H-10
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Kohar Hari Santoso saat diwawancarai di Gedung Grahadi, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Kesehatan Jatim menyiapkan sebanyak 1.584 fasilitas kesehatan pada saat arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1440 Hijriyah.

Kepala Dinkes Jatim Kohar Hari Santoso memaparkan 1.584 fasilitas kesehatan terdiri dari 239 rumah sakit, 924 puskesmas, 243 tambahan di pos pengamanan dan 178 klinik di seluruh jalur mudik.

Uji Sampel Takjil, Petugas Dinkes Tulungagung Temukan Kerupuk Mengandung Boraks

Dinkes Kota Blitar Ambil 60 Sampel Makanan dan Minuman di Pasar Takjil

Dinkes Tulungagung Sidak Dinkes ke Grosir Makanan, Ada Kardus Mimuman Yang Jadi Sarang Tikus

"Jadi ada 1.584 fasilitas kesehatan yang tersebar bukan hanya di jalan tol. Di tiap pos ada shiftnya yaitu tiga shift. Nanti akan kita hitung kekuatan yang ada," ujarnya dikonfirmasi SURYA.co.id (grup TribunJatim.com), Senin (13/5/2019).

Dinkes Jatim dikatakannya secara umum telah memantau kondisi para pemudik dengan mendatangi Perusahaan Otobus (PO) dan melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan pengemudi.

"Kemudian yang kedua sosialisasi kepada masyarakat. Nanti H-10 kita akan buka pos kesehatan karena pada saat itu puncak arus mudik," ujarnya.

Kepada masyarakat, Dinkes Jatim juga menyosialisasikan tips mudik sehat dan selamat. Pertama ialah dengan membawa bekal yang cukup termasuk obat-obatan.

"Selanjutnya upayakan pengemudi dan kendaraan pada kondisi prima. Saya meminta pemudik datang ke pos kesehatan kalau memang ada keluhan. Selain itu, istirahatlah 15 menit setiap dua jam mengemudi. Kemudian kelola emosi ketika mengemudi," tuturnya.

Menurut Kohar, ada berbagai macam keluhan dari pemudik saat arus mudik yaitu kelelahan karena dehidrasi kemudian kecapaian di jalan.

"Terperangkap dalam kemacetan semacam itu. Kalau yang masuk pos kesehatan itu umumnya karena ada kecapaian, tetapi ada penyakit penyaluran napas, saluran cerna, kita antisipasi kemudian biasanya habis puasa kemudian balas dendam makan berlebihan bisa diare dan lain sebagainya," ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved