Semarak Ramadan 2019

Bagaimana Dampak Berpuasa Seharian Bagi Kesehatan Kulit Wajah? Simak Penjelasan Dokter Berikut Ini

Menjalankan puasa Ramadan selama satu bulan penuh, disebut punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Bagaimana Dampak Berpuasa Seharian Bagi Kesehatan Kulit Wajah? Simak Penjelasan Dokter Berikut Ini
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
dr Cristopher M Kes AAAM AIFO - K, ditemui di ruang praktiknya, Estine Aesthetic Clinic Surabaya, Senin (13/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjalankan puasa Ramadan selama satu bulan penuh, disebut punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Namun, apakah puasa juga memberikan efek tertentu pada kondisi kulit wajah kita?

dr Cristopher M Kes AAAM AIFO - K dari Estine Aesthetic Clinic Surabaya menyampaikan, puasa Ramadan lebih banyak memberikan efek positif pada kulit wajah.

TIPS CANTIK HARI INI - Intip Rahasia Cantik Wanita Thailand, Hanya Gunakan 5 Bahan Alami Berikut!

"Beberapa penelitian telah membuktikan, lamanya waktu berpuasa itu tentu berdampak pada kondisi kulit wajah," ujarnya.

Disampaikan Christopher, berdasarkan penelitian dari Miltyk dan Palksa pada tahun 2000, mereka menyimpulkan bahwa puasa akan menurunkan level pyrolibe 5 carboxylate (p5c) yang akan mempengaruhi sintesis kolagen.

Penelitian tersebut, imbuhnya, didukung juga oleh penemian dari dokter Hunt di tahun 2012 yang menyimpulkan jika tidak minum selam 72 jam , kolagen akan menurun.

"Nah kalau puasa Ramadan kan hanya sebulan, itupun tidak makan dan minumnya dari waktu subuh sampai sekitar pukul 6 sore. Jadi efek negatifnya, menurut saya, berdasarkan pengalaman dan penelitian itu tidak ada. Kalau efek positifnya ada," ujar Cristopher.

TIPS CANTIK HARI INI - Cara Mudah Membuat Masker Susu Bubuk, Ampuh Jadikan Kulit Cerah dan Halus!

Terutama, lanjutnya, bagi orang yang memiliki kondisi kulit wajah dengan pori besar dan/atau wajah berjerawat. Tentunya dengan catatan, tidak mengonsumsi makanan secara berlebih saat berbuka puasa.

"Kalau biasanya kan kita bisa makan pedas, manis, goreng-gorengan secara bebas. Nah saat puasa kan pola konsumsi itu direm, hal itu otomatis berfungsi untuk mendetoksifikasi darah dan tidak merangsang produksi minyak berlebih," jelasnya.

Selain itu, berpuasa juga disebutnya dapat meningkatkan percepatan proses pengeringan luka. Penyebabnya, karena aktifitas fagosit dari makrofag meningkat. Sehingga, bakteri-bakteri yang ada di kulit dimakan oleh makrofag.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved