Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf Ajak Masyarakat Melawan People Power, Singgung Soal Tindakan Provokasi

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengucapkan terima kasih kepada semua aparatur negara yang sudah bekerja maksimal untuk pesta demokrasi 2019.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf Ajak Masyarakat Melawan People Power, Singgung Soal Tindakan Provokasi
SURYA.CO.ID/GALIH LINTARTIKA
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf (Gus Irsyad), Senin (13/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengucapkan terima kasih kepada semua aparatur negara yang sudah bekerja maksimal selama pelaksanaan Pemilu 2019 kemarin, baik Pilpres,  dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

Ia sangat mengapresiasi kerja keras dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Linmas, TNI, Polri dan semua unsur yang terlibat dalam pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Gus Irsyad, sapaan akrab Bupati Pasuruan juga mengapresiasi partisipasi masyarakat Pasuruan yang tinggi dalam menyalurkan hak suaranya, termasuk ikut serta dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, sehingga Pemilu berjalan aman, adil, damai dan transparan.

Hermawan Susanto, Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Terancam Gagal Menikah Setelah Idul Adha

Kepada Surya, Gus Irsyad menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga situasi kamtibmas yang sudah aman seperti ini. Ia meminta masyarakat untuk tidak gampang terprovokasi dengan kondisi apapun.

Meskipun, kata dia, masih ada beberapa permasalahan yang harus diselesaikan sesuai dengan mekanisme hukum yang ada.

"Ada mekanismenya. Jangan mudah terprovokasi. Mari sama - sama menjaga perdamaian dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan.Jangan terpecah belah, Pasuruan sudah aman dan damai, mari dijaga bersama - sama," jelasnya.

Ia juga menghimbau ke masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menghindari ajakan - ajakan sesat yang bertujuan untuk memecah belah umat. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama - sama Pemerintah menciptakan kondisi yang kondusif.

Selain itu, ia juga mewanti - wanti masyarakat Pasuruan untuk tidak ikut dalam ajakan atau tawaran gerakan people power untuk menggalang massa yang menuju pada sifat merusak kehidupan bernegara dan berbangsa.

Jokowi Tanggapi Video Viral Pria yang Ancam Penggal Kepalanya, Sang Presiden Singgung Soal Hukum

"Secara pribadi saya menolak dan mengecam keras semisal ada kelompok atau golongan yang mengajak people power dan mengarah ke kekerasan dan perpecahan. Marilah masyarakat Pasuruan bersatu dan damai, menjalani ibadah di bulan suci ramadlan ini secara khidmat dan menghormati satu sama lain," paparnya.

KH Abd Ghofur, tokoh agama Pasuruan juga mengatakan hal yang sama. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak rusuh.

Boleh berpolitik tapi jangan terlalu fanatik. Harus mengedepankan jiwa nasionalisme. Kalah menang adalah hal yang biasa dalam kontestasi.

"Tunggu sampai keputusan resmi dari KPU RI. Jangan bertindak gegabah. Tolak semua ajakan apapun, hormati prosesnya dan beri waktu KPU dan Bawaslu untuk menyelesaikan tugasnya. Apapun hasilnya, itu adalah hasil maksimal dan sudah melalui serangkaian pengawasan," tutup tokoh agama yang juga sekaligus Pengasuh Ponpes Al Fikkiyah Rembang Pasuruan tersebut.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved