Pemkot Blitar Gandeng BNN untuk Cegah Peredaran Narkoba di Tempat Kos

Pemkot Blitar menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar dalam mengantisipasi peredaran narkoba di tempat usaha di Kota Blitar.

Pemkot Blitar Gandeng BNN untuk Cegah Peredaran Narkoba di Tempat Kos
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
barang bukti yang disita dari driver mobil rental, setelah kedapatan membawa sabu-sabu seberat 4 kilogram dan 148 pil ekstasi. 

TRIBUNJATIM.COM,BLITAR - Pemkot Blitar menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar dalam mengantisipasi peredaran narkoba di tempat usaha di Kota Blitar. Khususnya pencegahan peredaran narkoba di dunia usaha tempat kos dan hotel.

"Kami menyambut baik kerja sama dengan BNN ini. Kerja sama ini upaya kami mencegah peredaran narkoba di tempat usaha," kata Plt Wali Kota Blitar, Santoso, usai membuka workshop bersama instansi swasta yang diadakan BNN Kabupaten Blitar di Kota Blitar, Senin (13/5/2019).

Peserta workshop perwakilan dari pengusaha tempat kos dan hotel. Workshop diselenggarakan selama dua hari dengan pemateri dari BNN Kabupaten Blitar dan Badan Narkotika Kota (BNK) Blitar.

Santoso mengatakan perkembangan usaha tempat kos dan hotel di Kota Blitar lumayan pesat. Sekarang ada 300 usaha tempat kos di wilayah Kota Blitar.

Berkembangnya usaha tempat kos juga rentan menjadi tempat peredaran narkoba. Tempat kos bisa dipakai ajang untuk bertransaksi narkoba.

Bagaimana Dampak Berpuasa Seharian Bagi Kesehatan Kulit Wajah? Simak Penjelasan Dokter Berikut Ini

Said Aqil Bongkar Ramalan Gus Dur Soal Ustaz Dadakan, Ciri-cirinya Terungkap, Siapa yang Dimaksud?

Minggu Pertama Ramadan, Permintaan Songkok di Gresik Meningkat Tiga Kali Lipat

"Tempat kos dan hotel rentan menjadi tempat transaksi narkoba. Makanya perlu segera ada antisipasi untuk mencegah peredaran narkoba di tempat kos dan hotel," ujar Santoso yang juga ketua BNK Kota Blitar kepada Tribunjatim.com.

Dikatakannya, Pemkot Blitar juga menyiapkan sanksi tegas kepada pengusaha tempat kos yang melanggar. Kalau ada tempat kos yang diketahui digunakan untuk transaksi narkoba, Pemkot Blitar tidak segan-segan untuk mencabut izinnya.

"Kami sudah punya Perda tentang usaha rumah kos. Di situ ada sanksinya kalau melanggar. Sanksinya bisa pencabutan izin usaha," katanya kepada Tribunjatim.com.

Kepala BNN Kabupaten Blitar, AKBP Agustianto mengatakan sengaja menggandeng pemerintah daerah dalam pencegahan peredaran narkoba di tempat usaha. Sebab, BNN tidak mau wilayah Kota Blitar dan Kabupaten Blitar menjadi tempat transaksi narkoba.

Dia menjelaskan kerawanan suatu wilayah tergantung pada jumlah masyarakat. Di mana setiap ada masyarakat pasti ada kegiatan mengarah ke tindak pidana. Sama halnya dengan semakin maraknya usaha tempat kos juga semakin rawan terjadi jual beli narkoba.

"Itu sudah menjadi rumus. Entah mereka berperan sebagai kurir maupun pengguna dan memanfaatkan tempat kos untuk bersembunyi," kata Agustianto. (sha/TribunJatim.com).

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved