Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi, Respons Presiden hingga Sandiaga Uno dan TKN Menjadi Sorotan

Presiden Jokowi, Sandiaga dan TKN pun akhirnya menanggapi kasus pelaku yang mengancam akan penggal kepala Jokowi

Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi, Respons Presiden hingga Sandiaga Uno dan TKN Menjadi Sorotan
Kompasiana
Presiden Indonesia, Joko Widodo 

TRIBUNJATIM.COM - Hermawan Susanto, sosok pria yang merupakan pelaku yang mengancam memenggal kepala Presiden Jokowi kini menjadi sorotan publik.

Hal tersebut dikarenakan, Hermawan Susanto menyatakan ancaman kekerasan terhadap keselamatan Presiden Joko Widodo.

Pelaku (pria ancam penggal kepala Jokowi) tersebut sudah diamankan pihak Polda Metro Jaya.

Gibran Rakabuming Tanggapi Video Viral Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi, Tweetnya Jadi Sorotan

Sebelumnya Hermawan Susanto terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial dengan menerikkan niatnya dengan jelas dan lantang untuk mengancam siap memenggal kepala Jokowi saat sedang melakukan aksi demonstrasi di depan Bawaslu pada Jumat (11/5/2019) lalu.

Saat melakukan aksi unjuk rasa, Hermawan Susanto tampak mengenakan jaket cokelat dan berpeci‎ sambil menyampaikan niat yang ia janjikan secara terbuka di depan umum dengan mimik dan gesture yang serius.

"Siap penggal kepala Jokowi. Insyaallah, insyaallah penggal kepala ‎Jokowi. Jokowi siap kepalanya kita penggal," ucap Hermawan Susanto dalam video berdurasi 1,34 detik.

Lantaran perbuatannya dinilai telah mengancam keamanan negara dan memiliki niat untuk membunuh kepala negara maka ia ditangkap oleh Tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya di rumah sang Bibi, Mami Sudarmi di Perumahan Metro Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

TERBARU Nasib Pengancam Jokowi, Pernikahan Gagal hingga Hukuman Mati, Lihat Temuan Barang di Rumah

"Ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor pada hari Minggu tanggal 12 Mei 2019, pukul 08.00 WIB," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono ketika dikonfirmasi, Minggu (12/5/2019) siang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pelaku dikenakan pasal makar karena dianggap mengancam keamanan negara.

Pasal 104 KUHP berbunyi, "Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun."

Halaman
1234
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved