Tim Densus Sita Barang-barang Ini Dari Rumah Kontrakan Terduga Teroris di Mejayan

Setelah menangkap Joko Supriyono alias JS di sebuah kios kacamata di Pasar Sayur Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Selasa (14/5/2019) pagi

Tim Densus Sita Barang-barang Ini Dari Rumah Kontrakan Terduga Teroris di Mejayan
(Surya/Rahadian bagus)
Rumah kontrakan terduga teroris di Jalan Bromo RT08/RW 03 Desa/Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. 

 TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Setelah menangkap Joko Supriyono alias JS di sebuah kios kacamata di Pasar Sayur Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Selasa (14/5/2019) pagi.

Tim Densus 88 membawa terduga teroris tersebut ke Mako Brimob Polda Detasemen C Pelopor Jawa Timur di Jalan Yos Sudarso, Kota Madiun.

Selanjutnya, Tim Densus melakukan penggeledahan di rumah kontrakan yang sehari-hari ditempati terduga teroris di Jalan Bromo RT08/RW 03 Desa/Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Istri JS, Nur Fitrianingsih (46) yang berada di rumah pada saat itu, mengatakan ada lima orang petugas dari Tim Densus 88 yang datang dan menunjukan surat perintah penggeledahan.

Nur menuturkan, sebelum menggeledah petugas telah meminta kepadanya agar menyerahkan barang-barang milik suaminya dengan baik-baik.

Petugas juga mengatakan, apabila ada barang yang disembunyikan, maka petugas akan melakukan penggeledahan secara paksa.

"Tadi bilangnya kalau ibu menyerahkannya baik-baik, kita juga baik-baik. Kalau ibu menyembunyikan kita akan geledah paksa," kata Nur menirukan ucapan petugas kepadanya kepada Tribunjatim.com.

Diduga Terlibat Terorisme, Warga Madiun Ditangkap Densus 88 di Pasar Caruban

Profil Shafira Ika Putri, Tumbuh Besar Bersama Klub Internal Persebaya Hingga Dipanggil Timnas Putri

Berikut Tiga Lokasi Pembakaran oleh Pelaku Teror di Wilayah Jember

Ibu tujuh anak ini menuturkan, ada sejumlah barang yang dibawa petugas kepolisian dari rumahnya. Di antaranya, laptop, ponsel, dan sejumlah berkas milik suaminya

"Katanya, pesennya bapak (JS), barang-barangnya ada di lemari bagian bawah. Kemudian saya ambilkan. Ada laptop, handphone, dan catatan-catatan," kata dia kepada wartawan.

Nur mengaku tidak menyangka, suaminya ditangkap karena dugaan terlibat dalam kasus terorisme. Ia mengatakan, pada saat suaminya ditangkap dirinya sedang berada di rumah.

"Saya tadi tahunya bapak, pergi kerja buka kios. Berangkat jam 8.00 WIB. Saat berangkat ya nggak ada apa-apa. Saya juga nggak tahu," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria berinisial JS berusia 47 tahun, warga yang tinggal di Mejayan, Kabupaten Madiun, ditangkap Tim Densus 88, Selasa (14/5/2019) pagi di Pasar Sayur Caruban, atas dugaan kasus terorisme. (Rahadian bagus/TribunJatim.com).

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved