Jalani Sidang Dengan Kaki Pincang Setelah Didor Polisi, Komplotan Curi Mobil Dituntut 2,5 Tahun Bui

Jalani Sidang Dengan Kaki Pincang Setelah Didor Polisi, Komplotan Curi Mobil Dituntut 2,5 Tahun Bui.

Jalani Sidang Dengan Kaki Pincang Setelah Didor Polisi, Komplotan Curi Mobil Dituntut 2,5 Tahun Bui
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
(dari kanan) Abdul Rahem bersama mitranya Giman Efendi dan Junaidi di hadapan majelis hakim PN Surabaya, Rabu, (15/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terdakwa Abdul Rahem harus membopong rekannya Giman Efendi dan Junaidi saat hendak menghadapi majelis hakim atas kasus dugaan pencurian.

Kaki kedua temannya tersebut dibalut perban dan dipan bekas hadiah ditembak polisi, sehingga jalan terpincang-pincang.

Ketiganya menjalani sidang atas kasus dugaan pencurian mobil di Surabaya.

Polres Mojokerto Tetapkan 4 Tersangka Pencurian Brankas SMKN 1 Pungging, Ancaman 9 Tahun Penjara

Aksi Pencurian Sapi di Tempurejo Jember Berhasil Digagalkan Warga, Sapi DItinggal di Ladang Tebu

Di Lamongan Marak Pencurian Rumah Kosong, Pencuri Sasar Dua Rumah, Rp 40 Juta Amblas

Mereka dituntut oleh JPU Pompy masing-masing 2,5 tahun karena telah melanggar Pasal 363 ayat (1) ke 4 dan ke 5 KUHP.

"Menuntut masing-masing terdakwa dengan hukuman penjara selama dua tahun enam bulan," kata JPU Pompy saat bacakan tuntutan.

Peristiwa ini berawal dimana mereka rela berangkat dari Pamekasan, Madura menuju Surabaya menggunakan mobil rental.

Ketiganya sepakat untuk mencuri sebuah mobil apapun itu.  Sesampainya di Jalan Jolotundo, mereka melihat sebuah mobil Kijang Grand Extra milik Karyanto yang diparkir di depan rumah.

"Kejadian itu pada 30 Januari lalu, pukul 02.00 dini hari, saya tahunya tiba-tiba mobil sudah tidak ada," ujar Karyanto saat memberikan kesaksian di PN Surabaya, Rabu, (15/5/2019).

Di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Ane Rusiana, Rahem merupakan otak pencurian tersebut mengaku mereka menjual mobil curiannya itu seharga Rp 10 juta, kemudian Giman dan Junaidi mendapat imbalan masing-masing sebesar Rp 1 juta.

Adapun peran Rahem sendiri menunggu di mobil sambil mengawasi keadaan sekitar, selanjutnya Junaidi dan Giman berusaha membuka mobil Kijang tersebut dengan menggunakan kunci T yang sudah dipersiapkan.

Setelah pintu mobil dicongkel dengan kunci T akhirnya pintu mobil dapat dibuka, setelah itu Terdakwa berusaha menyalakan mesin mobil tersebut dengan menggunakan kabel jumper dan akhirnya mesin mobil dapat menyala.

Giman dan Junaidi mengaku dia mendapat hadiah tembakan dari kepolisian lantaran hendak melarikan diri. "Saya dapatkan (luka) ini karena ingin menyelamatkan diri," ujar Junaidi.

Menanggapi tuntutan itu, mereka meminta waktu kepada majelis hakim untuk mengajukan pembelaan.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved