Pemilu 2019

Massa akan Gelar Aksi Tolak Kecurangan Pemilu di Bawaslu Jatim, Polisi Siapkan Pengamanan

Massa direncanakan menggelar aksi di Badan Pengawas Pemilihan Umum Jawa Timur (Bawaslu Jatim), terkait aksi damai bela kedalulatan rakyat.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
ILUSTRASI BAWASLU JATIM - Komisioner Bawaslu Jatim, Purnomo Satrio, saat ditemui di Kantor Bawaslu Jatim, Kamis (18/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Massa direncanakan menggelar aksi di Badan Pengawas Pemilihan Umum Jawa Timur (Bawaslu Jatim), terkait aksi damai bela kedalulatan rakyat.

Aksi dengan gaung 'tolak kecurangan' Pemilu 2019 itu direncanakan digelar sekitar pukul 13.00 WIB oleh massa yang mengatasnamakan Forum Umat Islam, Rabu (15/5/2019).

Dari data yang didapatkan TribunJatim.com, aksi tersebut akan diikuti sekitar 7.000 orang dengan sasaran di depan kantor Bawaslu Jatim.

Bawaslu Tulungagung Siap Beri Keterangan di MK, Jika Nasdem Gugat Perselisihan Hasil Pemilu

Beredar Isu People Power, Polres Malang Kota Siagakan 250 Personel Mulai Kantor KPU Sampai Bawaslu

Mereka akan berorasi untuk menolak kecurangan Pemilu serta melakukan doa bersama.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, membenarkan adanya aksi tersebut dengan adanya perizinan terkait rencana aksi.

Pihaknya telah menyiapkan sejumlah pengamanan untuk pengawalan aksi demokrasi tolak kecurangan.

"Sesuai surat izin yang disampaikan di Polda memang akan ada demonstrasi masyarakat di Bawaslu. Boleh itu dinamika di masyarakat dan juga sudah ada salurannya," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, Rabu (15/5/2019).

Khofifah Sepakat dengan DPRD Tukar Guling Aset Pemprov Jatim dengan Yayasan Wijaya Kusuma Dibatalkan

Prabowo Tolak Hasil Penghitungan Suara Pemilu yang Banyak Kecurangan, KPU RI Langsung Bantah Tuduhan

Kombes Pol Sandi Nugroho meminta para demonstran untuk tetap mengikuti peraturan hukum selama menyuarakan aspirasinya.

"Kami mengingatkan harus dilakukan dengan hukum yang berlaku. Tidak mengganggu kekhusukan bulan Ramadan, demokrasi boleh asal tidak menganggu," ujar Kombes Pol Sandi Nugroho.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved