Soal Wisma Persebaya di Karanggayam, Wali Kota Risma Buka Suara

Wisma Persebaya di Karanggayam 1, Surabaya merupakan salah satu aset Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya.

Soal Wisma Persebaya di Karanggayam, Wali Kota Risma Buka Suara
Surya/Erfan Hazransyah
Wisma Persebaya atau Wisma Eri Irianto yang kini dibiarkan merana, Selasa (10/6/2014). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wisma Persebaya di Karanggayam 1, Surabaya merupakan salah satu aset Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya.

Menurut Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini seperti aset Pemkot Surabaya yang lainnya, bangunan yang selama ini jadi Wisma Persebaya harus dilaporkan penggunaan dan keuangannya kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Wali Kota Risma menjelaskan setiap tahun Pemkot Surabaya harus melapor kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penggunaan aset.

Laporan itu bukan hanya menyangkut aset Wisma Persebaya, melainkan juga beberapa aset lain yang dimiliki pemkot. Seperti lahan yang digunakan TVRI dan Universitas Merdeka (UNMER) Surabaya.

“Pengamanan aset sudah menjadi salah satu kewajiban pemerintah kota, makanya kita ingin menyelamatkan aset pemkot itu. Saya juga tidak ingin teman-teman Persebaya tidak punya tempat, tapi saya juga mau adil. Saya juga ingin Persebaya maju, tapi kan saya juga harus sesuai aturan, saya nggak bisa kalau tidak sesuai aturan, saya yang kena,” kata Wali Kota Risma di Balai Kota Kamis, (16/5/2019).

Wali Kota Risma menerangkan permasalahan terkait Wisma Persebaya. Dalam tiga tahun terakhir izin penggunaan Wisma Persebaya sudah berakhir. Namun hingga Selasa (14/05) wisma tersebut masih digunakan oleh Persebaya. Karena itu, pada Rabu, (15/05) Pemkot Surabaya bersama kejaksaan dan kepolisian melakukan penyelamatan aset tersebut.

Mayat Termutilasi di Malang Bukan Korban Pembunuhan, Polda Jatim : Korban Meninggal Sakit Paru-Paru

Dikenal Warga Jodipan Kreatif, Sugeng Si Pemutilasi Dulunya Bekerja sebagai Penjahit

Ini Alasan Pemkot Surabaya Ambil Alih Mess Karanggayam Dari Persebaya

“Artinya bukan hanya dengan Persebaya, ada pasar-pasar juga dan BPK turun sendiri itu. Nanti kita bicarakan soal bagaimana kegunaan berikutnya,” tambah Risma kepada Tribunjatim.com.

Selain Wisma Persebaya, Pemkot Surabaya juga berupaya untuk mengamankan aset-aset lain yang saat ini masih digunakan pihak luar. Seperti pasar-pasar, lahan TVRI yang berada di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya dan Universitas Merdeka (UNMER).

“Dulu aset kita pernah digunakan UNMER, kita ambil sebagian untuk bangun kolam renang,” tambah Risma.

Selain bidang olahraga sepak bola, besar Harapan Wali Kota Risma, terdapat berbagai cabang olahraga lain yang memiliki segudang prestasi. Tidak hanya mampu berprestasi pada cabang sepak bola, tapi juga di bidang olahraga lain.

Risma mencontohkan salah satunya adalah klub basket CLS Knights yang baru saja meraih juara 1 ajang ASEAN Basketball League (ABL) 2019 di Singapura.

“Jadi artinya bisa itu, aku ingin bukan hanya sepak bola, tapi badminton, basket, dan volly. Jadi saya ingin itu ada umur berapa-berapa saja untuk seluruh olahraga,” kata Wali Kota Surabaya Risma kepada Tribunjatim.com.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M. Fikser menambahkan semua pengamanan aset pemerintah kota yang berhubungan dengan pihak luar, aturannya harus didampingi oleh tim dari kejaksaan dan kepolisian.

Karena itu, Fikser menegaskan pengamanan Wisma Persebaya yang dilakukan pada Rabu, (15/05) sudah sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP).

“Aset-aset pemerintah merupakan aset negara. Ini kan diambil dulu, direnovasi, nanti ada perjanjian lagi penggunaannya,” tutup Fikser. (Pipit Maulidiya/TribunJatim.com).

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved