Lecehkan Dua Perguruan Silat, Pria Asal Blitar ini Jadi Tersangka

Entah sadar atau tidak, apa yang diperbuat itu telah memancing emosi banyak orang, Huda akhirnya diamankan, dan kini mendekam di sel Polres Blitar,

Lecehkan Dua Perguruan Silat, Pria Asal Blitar ini Jadi Tersangka
Imam Taufiq/surya
Huda Riananda(22), saat diamankan di Polres Blitar terkait pelanggaran UU IT yaitu ujaran kebencian kepada 2 perguruan silat di Blitar. Dan Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridho saat pers rilis Jumat (17/5). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Hati-hati berbuat iseng di media sosial (Medsos) saat ini, apalagi sampai melecehkan seseorang atau kelompok tertentu.

Seperti yang dialami Huda Riananda (22), warga Dusun Plampangan, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Entah sadar atau tidak, apa yang diperbuat itu telah memancing emosi banyak orang, Huda akhirnya diamankan, dan kini mendekam di sel Polres Blitar, Jumat (17/5).

Ia dilaporkan dua warga dari kelompok perguruan silat, yakni PSHT (Persaudaraan Silat Setia Hati) dan IKSPI (Ikatan Keluarga Silat putera Indonesia).

Tuduhannya, ia dianggap telah melecehkannya, dengan merubah singkatan nama dua perguruan itu, dengan kata-kata kotor, yang diunggah di akun Facebook-nya sendiri.

Akibatnya, warga perkumpulan silat itu tak terima, dan Huda dilaporkan ke Polres Blitar.

FAKTA TERBARU Hairul Anas Suaidi Pencipta Robot Pemantau Sistem KPU, Ternyata Caleg Gagal dari PBB

Kasihan Bocah 5 Tahun di Kediri ini Terkena Kanker Mata

Kuasa Hukum Ani Hasibuan Sebut Ada Kejanggalan Proses Penyelidikan ke Penyidikan yang Terlalu Cepat

"Ia melanggar UU IT terkait ujaran kebencian di Medsos, dengan melecehkan dua perguruan silat tersebut. Akhirnya, dia dilaporkan oleh kedua perguruan silat tersebut," kata AKBP Anissullah M Ridho, Kapolres Blitar, saat pers rilis kasus tersebut, Jumat (17/5).

Menurutnya, kasus ini dengan cepat ditindaklanjuti karena khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan, terutama menjaga emosi warga perguruan silat tersebut.

Sebab, mereka tak terima kalau nama perguruan silatnya, dilecehkan. Yakni, singkatan perguruan silat mereka diberi ganti dengan kata-kata kotor.

"Sebelum terjadi sesuatu yang tak diinginkan, petugas bergerak cepat, yakni mengamankan yang bersangkutan," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Ditambahkannya, mencuatnya kasus itu tertanggal 14 Mei 2019 lalu atau sehari seelah pelaku menggunggah kata-kata tak terpuji itu.

Akhirnya, banyak warga yang tersinggung kaena Huda, kian menyerangnya dengan kata-kata kotor meski tak diladeni oleh pihak perguruan silat. Puncaknya, pada Kamis (16/5) siang, Huda diamankan karena dilaporkan warga.

Dan, sekaligus petugas juga khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan atas tindakan Huda, yang berani memancing emosi orang lain.

Kepada petugas, Huda mengaku menyesal apa yang telah diperbuat. itu bermula dari iseng dan tak ada maksud melecehkan kedua perguruan silat tersebut.

"Ya, kami nggak menyangka kalau kata-kata itu, ternyata telah menyinggung banyak orang (dua perguruan silat). Itu hanya iseng saja, dan kami merasa bersalah serta mohon maaf," pungkas Huda saat dihadirkan pada acara pers rilis.(fiq/TribunJatim.com).

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved