Pilpres 2019

Arief Poyuono Serukan Masyarakat Jangan Bayar Pajak, Politisi Muda PSI Ini Beri 'Tamparan': Ngawur

Arif Poyuono ajak masyarakat tak membayar pajak karena menganggap Pemilu 2019 curang. Politisi PSI Dhimas Anugrah beri respons.

Arief Poyuono Serukan Masyarakat Jangan Bayar Pajak, Politisi Muda PSI Ini Beri 'Tamparan': Ngawur
ISTIMEWA
Arief Poyuono (kiri) selaku politisi Gerindra dan Dhimas Anugrah (kanan) selaku politisi PSI 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Hasil Pilpres 2019 sementara yang memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin, dinilai sebagai hasil yang curang, lebih lanjut, Wasekjen Partai Gerindra, Arief Poyuono mengajak masyarakat agar tak perlu membayar pajak.

Hal tersebut lantaran jika Jokowi-Ma'ruf Amin dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden, Arief menilai pemerintahan tersebut tidak sah karena mengandung kecurangan.

Arief Poyuono juga mengutip ayat Alkitab Injil, yang menurutnya sah saja untuk tidak membayar pajak.

Meski Jadi Koalisi Pilpres 2019, AHY & Waketum PAN Tak Sepakat dengan Prabowo yang Tolak Situng KPU

Berdasarkan rilis yang diterima oleh TribunJatim.com, Politisi Partai Solidaritas Indonesia, Dhimas Anugrah, merespons pernyataan Poyuono tersebut.

Dhimas menilai bahwa Arief Poyuono telah menafsirkan secara sembarangan mengenai nats Alkitab, yang digunakan untuk mendelegitimasi pemerintah yang sah.

Menurut Dhimas, Arief Poyuono juga sudah melakukan "textual abuse," yaitu memaksa suatu nats dalam Alkitab untuk ditafsirkan demi tujuan pribadi.

"Mengajak masyarakat agar tidak membayar pajak dengan dalil Alkitab adalah tindakan ngawur. Sebagai politisi seharusnya kita tahu etika dan batas. Jangan gunakan ayat Alkitab untuk memuaskan nafsu politik kita," kata Dhimas, selaku politisi muda dari PSI yang juga dosen teologi Kristen dan sosiologi tersebut.

Marzuki Alie Sebut Sandiaga Uno Lebih Cocok Jadi Presiden, Simak Respon Cawapres 02 saat Menanggapi

Dhimas menilai, Arief Poyuono ini justru mengutip ajakan Yesus Kristus agar masyarakat taat membayar pajak.

"Ayat Alkitab yang Poyuono kutip itu justru ajakan Yesus Kristus agar masyarakat Palestina taat membayar pajak kepada Pemerintah yang waktu itu di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi. Tidak ada larangan dari Alkitab untuk membayar pajak kepada pemerintah," jelas Dhimas.

Halaman
123
Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved