Fira Fitria, Gadis Cerebral Palsy Dobrak Stigmatisasi dan Keterbatasan Lewat Jurnalisme

Melalui jurnalisme, Fira Fitria tunjukkan Cerebral palsy yang dia derita tak bisa hentikan dirinya berkreasi dan berprestasi

Fira Fitria, Gadis Cerebral Palsy Dobrak Stigmatisasi dan Keterbatasan Lewat Jurnalisme
SURYA/Eben Haezer
Fira Fitria, perempuan dengan cerebral palsy yang aktif dalam kegiatan jurnalisme. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Salah satu tantangan yang kerap dihadapi kelompok disabilitas adalah stigmatisasi.

Di lingkungan, mereka kerap disepelekan oleh masyarakat, tidak diterima, dan hanya dijadikan obyek.

Pengalaman itu pula yang dirasakan Fira Fitria (32), penderita cerebral palsy asal Tuban, Jawa Timur.

Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah kondisi hambatan motorik yang berdampak kekakuan di seluruh atau sebagian tubuh.

Fira Fitria sendiri, mengalami cerebral palsy tipe spastik yang menyebabkan kaki kiri dan tangan kirinya mengalami kekakuan.

(Shawn Mendes Bakal Gelar Konser di Indonesia, Siapkan Area Khusus untuk Difabel, Catat Tanggalnya!)

“Saya lahir prematur saat usia kandungan 6 bulan dengan bobot 2 kilogram,” kata Fira di Surabaya, Sabtu (18/5/2019)

“Setelah lahir, diinkubasi selama 3 bulan,” sambung Fira yang sehari-hari dibantu kursi roda untuk beraktivitas.

Dengan kondisi tersebut, Fira mengaku kerap disepelekan sejak kecil.

Saat hendak masuk SD, sekolah-sekolah menolaknya. Hanya 1 sekolah saja yang belakangan mau menerimanya, namun dengan syarat.

“Syaratnya, kalau dalam 3 bulan tidak bisa mengikuti pelajaran, saya akan di-DO,” kenang Fira.

Halaman
123
Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved