Gandeng Perusahaan Digital, Wagub Emil Dardak Tunjuk Malang Jadi Pilot Project Millenial Job Center

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak memastikan Malang bakal dijadikan pilot project untuk didirikan Millenial Job Center (MJC).

ISTIMEWA
Wagub Emil Elestianto Dardak saat bertemu dengan perwakilan siswa-siswi SMK se-Malang di SMKN 11 Malang, Jumat (17/5/2019) siang. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak memastikan Malang bakal dijadikan pilot project untuk didirikan Millenial Job Center (MJC).

Wadah MJC ini bakal menjadi pendorong anak muda millenial Malang Raya untuk bisa sukses di era industri 4.0.

"Di era 4.0, tren profesi pekerjaan yang digemari adalah gig economy, yakni profesi-profesi pekerjaan yang tidak terikat, atau freelancer profesional. Di MJC, anda dapat belajar menjadi freelancer profesional dengan dibimbing oleh mentor berpengalaman," kata Wagub Emil saat bertemu dengan perwakilan siswa-siswi SMK se-Malang di SMKN 11 Malang, Jumat (17/5/2019) siang.

Cerita Ramadan Pertama Arumi Bachsin Jadi Istri Wagub Jatim, Terapkan Aturan Khusus Buat Emil Dardak

Emil Dardak Siapkan Pilot Project Millenial Job Center, Wadah Kembangkan Karir di Era Gig Economy

Emil mengatakan, Pemprov Jatim telah menggandeng berbagai perusahaan digital berskala besar, seperti Bukalapak, Gojek, Google, Kapanlagi, Youniverse, dan perusahaan-perusahaan lainnya untuk menjadi mentor di MJC.

Mereka siap membimbing generasi millenial yang tertarik menjadi freelancer profesional, dan menekuni berbaagai profesi dalam gig economy di era 4.0 ini.

Adapun profesi-profesi gig economy tersebut, disebutkan Emil, diantaranya fotografer, web developer, content creator, Event Organizer (EO), digital marketing, social media management, sampai vlogger.

Di MJC, generasi millenial akan belajar sambil bekerja atau on the job learning sampai mereka benar-benar siap dilepas dan menjadi freelancer profesional.

Melalui MJC pula, imbuh orang nomor dua di Jatim ini, pemerintah akan mencarikan maupun menerima klien yang membutuhkan jasa dari profesi-profesi tersebut.

Para client ini dipersilahkan memilih opsi sesuai budget, apakah mau menggunakan tenaga kerja yang belum berpengalaman, sudah memiliki pengalaman, maupun yang telah memiliki jam terbang tinggi.

"Jadi hadirnya MJC menghadirkan ekosistem yang tepat untuk dunia kerja dan dunia usaha era 4.0. Dimana pencari kerja datang ke MJC, lalu belajar ke mentor, setelah dididik mentor, maka pencari kerja itu siap menjadi freelancer profesional, dan dapat dimanfaatkan oleh client yang membutuhkan tenaganya," imbuhnya.

Khofifah dan Emil Dardak Serahkan SK ke 1.964 CPNS Pemprov Jatim, Warning ASN Dipecat Karena Korupsi

Emil Dardak Tak Mau Tempati Rumah Dinas Bekas Gus Ipul, Mantan Gubernur Jatim Juga Pernah Nolak

Ditambahkannya, Pemprov Jatim ingin menjadikan Malang sebagai pilot project dari MJC ini.

Diharapkan, pada 2020 ketika benar-benar diluncurkan, MJC ini telah matang dan siap sepenuhnya sebagai ekosistem dunia kerja di era industri 4.0.

"Malang dipilih karena kami juga ingin membangun kawasan ekonomi khusus di Singosari, anda pernah dengar Sillicon Valley di Amerika kan? Kami ingin menjadikan KEK Singosari sebagai digital center atau technopolis di Jatim," ujarnya sembari mengajak anak-anak SMK agar bisa ikut menjadi bagian dari pengembangan industri 4.0 di Jatim. (Surya/Fatimatuz Zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved