Tren Fashion

Shania Eleonora Jadikan Karet Stempel Sebagai Penanda Rancangan Busana Spesial Bagi Tuna Netra

Shania Eleonora jadikan karet stempel sebagai penanda rancangan busana spesial bagi Tuna Netra

Shania Eleonora Jadikan Karet Stempel Sebagai Penanda Rancangan Busana Spesial Bagi Tuna Netra
SURYA.CO.ID/SUGIHARTO
Busana daily ready to wear spesial untuk tuna netra rancangan Shania Eleonora Kristianti (kiri), mahasiswa FDB Universitas Ciputra. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memiliki misi membantu para tuna netra menjadi lebih mandiri dalam berbusana, mahasiswi semester empat Fashion Design and Business (FDB) Universitas Ciputra, Shania Eleonora Kristianti, mendesain busana dengan penanda dari karet stempel.

Diceritakan Shania, ia merancang busana berupa atasan, bawahan, dan dress dalam koleksi spesial untuk tuna netra.

Untuk atasan, ia merancang hoodie dengan model lengan beragam, bawahannya bergaya kulot, sementara dressnya dibuat bergaya A line cut dan H line cut.

Terinspirasi Video Klip Yura Yunita, Mahasisiwi Universitas Ciputra Buat Busana untuk Tuna Netra

"Model busananya sengaja dibuat longgar, hoodienya pun ada yang saya buat oversize. Kenapa gitu? Kita yang normal saja kadang sulit kan ya kalau makai baju yang pressed body, butuh upaya lah. Nah saya nggak ingin menyulitkan mereka makai baju, jadi saya desainnya tetap sesuai tren tapi gampang masuk ke badan juga," papar Shania.

Selain itu, supaya para tuna netra dapat berbusana dengan benar. Ia pun memberikan beberapa penanda huruf braille di bagian-bagian busananya.

Huruf-huruf braille itu, dibuatnya dari karet stempel. Ia mengaku bekerja sama dengan seorang pengrajin stempel untuk membuat penanda tersebut di busananya.

"Saya desain huruf braillenya, lalu saya serahkan ke tukang stempel untuk proses cetaknya. Setelah itu baru diaplikasikan ke busana," ungkap Shania.

High Fashion Moslem Keep Beautiful in Ramadan ala Catherine Njoo, Terinspirasi dari Fashion Dubai

Huruf-huruf braille yang sudah tercetak itu, diletakkan antara lain di saku samping, felcro (kretekan baju) untuk melepas pasang topi hoodie, dan kancing strap button.

Di bagian saku samping, ia memberi tulisan Saku Samping. Di felcro, ia menyelipkan tulisan Adhesive, di bagian kancing strap buttonnya ada tulisan angka yang harus dicocokkan.

"Tulisan di felcro itu fungsinya supaya mereka bisa memastikan kalau kretekannya sudah dipasang dengan benar. Di sana juga ada penanda ujung kretekannya," ujar Shania.

Kalau kantung samping, imbuhnya, biasanya selalu ada di bagian depan celana. Abila mereka meraba tulisan kantung samping itu sudah berada di depan, berarti mereka telah mengenakannya celananya di posisi yang benar.

Fashion Flex Time Angkat Masalah Lingkungan, Busana Pakai Bahan Sisik Ikan Kakap Hingga Karung Goni

"Itu bagian pinggang kulotnya saya desain tanpa pengait, jadi cukup pakai karet supaya makainya lebih gampang dan nyaman," ungkapnya.

Terakhhir, di bagian strap button, ia memberikan penanda berupa nomor. Nomor-nomor itu harus dicocokkan dengan nomor yang sama untuk memastikan bahwa baju yang dikenakan sudah terkancing dengan semestinya.

"Jadi ada braille angka 1 nanti harus dikaitian dengan angka 1 juga, demikian seterusnya," tutur Shania.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved