Berwisata Foto di Art of Less Waste, Desainnya dari Wadah Kosmetik Sampai Buku Soal UN Tak Terpakai

Melewati Atrium Lower Ground (LG) Ciputra World Surabaya Mall, persis di depan Hypermart, Anda bisa melihat ada beberapa photo booth di sana.

Berwisata Foto di Art of Less Waste, Desainnya dari Wadah Kosmetik Sampai Buku Soal UN Tak Terpakai
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Art of Less Waste, seni instalasi photo booth menggunakan bahan tidak terpakai dari mahasiswa semester empat Ilmu Komunikasi UNAIR. Bertempat di Atrium Lower Ground Ciputra World Surabaya Mall, mulai Jumat (17/5/2019) sampai Selasa (21/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Melewati Atrium Lower Ground (LG) Ciputra World Surabaya Mall, persis di depan Hypermart, Anda bisa melihat ada beberapa photo booth yang berdiri di sana.

Photo booth yang berjejer itu tampak memiliki desain yang berbeda-beda. Salah satunya, ada photo booth berlatar belakang putih bertempel lempengan CD dan di sana pun bergelantungan headset dan kabel usb.

"Konsep photo booth ini memang seni instalasi berbahan barang-barang bekas. Mulai dari majalah, koran, wadah kosmetik, barang elektronik, dan buku tidak terpakai, semuanya kami jadikan bahan seni instalasi dalam photo booth dalam acara bertema Art of Less Waste ini," jelas Kirania Rainasya, program director Art of Zero Waste.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unair Buat Seni Instalasi Instagramable dari Bahan Tidak Terpakai

Imbuhnya, ada enam konsep photo booth yang disuguhkan. Memasuki area acara Art of Zero Waste, pengunjung pertama kali akan melihat photo booth yang dindingnya dihiasi wadah lip tint, bedak, palet eyeshadow, dan jenis kosmetik lainnya.

Disampingnya ada photo booth bernuaansa kuning hitam dengan kursi bundar di tengah. Selanjutnya pengunjung akan bertemu dengan photo booth yang warna-warni dengan tempelan kertas majalah.

"Kursinya pun kami buat dari botol mineral bekas, terus spons dudukannya kami ambil dari kursi yang sudah rusak, tidak dipakai lagi," ungkap Kira.

Dibalik tiga deret photo booth tersebut, ada lagi booth dengan tempelan koran hitam putih, dihiasi neon ungu membentuk tulisan Dream dan dua bantal bermotif garis putih hitam.

Retnayu Jiwangga Ajarkan Cara Membuat Totebag dari Celana Jeans Bekas dengan Cara Potong-Tempel

"Jadi ini konsepnya tidur gitu, didukung dengan adanya bantal," tutur Kira.

Disebelahnya, lanjut Kira, ada photo booth dari instalasi electronical waste. Berlatar belakang tempelan lempengan CD, didukung dengan headset, usb, dan headphone yang sudah tidak berfungsi digantung di sana.

Terakhir, ada photo booth yang latar belakangnya ditempeli dengan kertas buku soal Ujian Nasional (UN) yang sudah tidak terpakai. Photo booth ini, dihiasi dengan botol-botol bekas air mineral yang disusun menyerupai bunga.

"Ini dari buku Kumpulan Soal UN yang tidak terpakai. Karena mungkin tiap tahun buku itu diperbarui, jadi buku yang tahun lalu nggak dipakai, lalu dibuang. Nah daripada dibuang, kalau benar-benar nggak kepakai bisa dipakai menghias dinding," ujar Kira.

Dari beberapa photo booth yang dibuatnya bersama kelompok Bhumi Sabuja, Kira berharap dapat menginspirasi milenial untuk lebih memanfaatkan barang tidak terpakai di sekitarnya.

Imbuhnya, acara tersebut, telah digelar sejak Jumat (17/3/2015) dan akan berakhir pada Selasa (21/3/2015).

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved