Derita Komplikasi Menahun, Kakek Asal Pare Kediri Nekat Gantung Diri, Keluarga Tolak Otopsi Jenazah

Tak kuat menahan sakit komplikasi, Sutadji (62) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon sawo belakang rumahnya Pare, Kediri.

Derita Komplikasi Menahun, Kakek Asal Pare Kediri Nekat Gantung Diri, Keluarga Tolak Otopsi Jenazah
SURYA.CO.ID/DIDIK MASHUDI
Petugas kepolisian melakukan serah terima jenazah pelaku gantung diri kepada keluarganya, Minggu (19/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Tak kuat menahan sakit komplikasi, Sutadji (62) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon sawo belakang rumahnya Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (19/5/2019).

Tindakan pelaku nekat gantung diri membuat heboh tetangganya. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh istrinya Widji Rahayu (57).

Di pohon yang menjadi lokasi gantung diri ditemukan anak tangga yang dipakai pelaku untuk memanjat pohon. Juga tali plastik dan sarung yang digunakan untuk menutup wajahnya.

Meski Sudah Minta Maaf & Klarifikasi Tour Jihad ke Jakarta, Polisi Sebut Oknum Akan Diproses Hukum

Kejadian itu selanjutnya dilaporkan warga ke Polsek Pare. Petugas kemudian melakukan olah TKP serta petugas medis dan tim Inafis Polres Kediri pemeriksaan luar.

Dari penjelasan istrinya Widji Rahayu, pelaku sehari sebelumnya sempat kontrol ke RS HVA Pare. Namun keesokan harinya, pelaku keluar rumah, setelah dicari ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon sawo belakang rumahnya.

Dari riwayat kesehatannya, pelaku sudah lama menderita sakit menahun komplikasi asma dan kencing manis.

Alami Gangguan Pikiran, Pemuda dari Blitar Ini Tewas Setelah Terjun ke Sumur Milik Tetangganya

Dari hasil pemeriksaan piket Inafis Polres Kediri dan Dokter Puskesmas Sidorejo dr Yuliana Veronica tidak diketemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan.

Kasi Humas Polsek Pare Aipda Yani menjelaskan, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan.

Keluarga ikhlas dan tidak menuntut secara hukum dikemudian hari. Selanjutnya jenasahnya diserahkan kepada keluarga disaksikan oleh perangkat desa.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved