Amankan Momen 22 Mei, Polres Sumenep Hentikan Sebuah Bus Jamaah yang Akan Berangkat ke Jakarta

Puluhan Jamaah Haul Sayyid Muhammad Al - Maliki Sumenep,hendak berangkat ke Kota Bangil diduga akan menuju ke Jakarta diberhentikan Polres Sumenep

Amankan Momen 22 Mei,  Polres Sumenep Hentikan Sebuah Bus Jamaah yang Akan Berangkat ke Jakarta
Tribunjatim/Ali Hafidz Syahbana
Polres Sumenep melakukan kegiatan operasi gabungan TNI - Polri jelang 22 Mei, di Jalan Raya Nasional Sumenep - Pamekasan, Senin dini hari (20/5/2019) pukul 01.31 WIB. 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Puluhan Jamaah Haul Sayyid Muhammad Al - Maliki Sumenep, yang hendak berangkat ke Kota Bangil diduga akan menuju ke Jakarta diberhentikan Polres Sumenep.

Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Ustadz Lukman, yang dicegat langsung oleh anggota Polres Sumenep dalam kegiatan operasi gabungan TNI - Polri di Jalan Raya Nasional Sumenep - Pamekasan.

"Kita mau hadir ke Kota Bangil, karena ada kegiatan Haulnya Sayyid Muhammad Al - Maliki yang memang ada setiap Tahun," ngakunya saat ditanya TribunMadura.com di sisi barat Jalan depan kantor NU Sumenep, Senin dini hari (20/5/2019) sekitar pukul 01.31 WIB.

Pria yang memakai kopyah putih dan berjenggot itu mengakui, karena kemungkinan bertepatan dengan berita people power itu akhirnya ikut terkena dalam kegiatan operasi gabungan kepolisian untuk antisipasi 22 Mei.

"Ini sudah pukul setengah dua, tapi bus yang kita bawa ini tidak boleh berangkat. Padahal kami tadi sudah sampaikan, silahkan cek per Kabupaten bahwa bus ini kemana tujuannya, ke dak wah atau gak kan mudah, ini sampai sekarang kami belum ada jawaban," paparnya.

Imbau Masyarakat Tidak Iku-ikut Isu People Power, Rois NU Pamekasan: Ulama Selalu Mengajak Damai

Mengintip Rumah Baru Lalu Muhammad Zohri yang Sempat Dibantu Hotman Paris, Kini Isi Dalamnya Lengkap

Pemkot Surabaya Membina Koperasi dan Budidaya Anggrek di Eks Lokalisasi Sememi dan Klakah Rejo

Seharusnya kata dia, jamaah Haul Sayyid Mohammad Al Maliki Sumenep itu harus berangkat sekitar pukul 23.00 WIB namun tidak diperkenankan oleh kepolisian.

"Bahkan kita tadi diambil kunci busnya oleh polisi," kata Lukman.

Satu rombongan kata Lukman dalam bus sekitar 60 orang jamaah, namun ngakunya meski sudah memberikan penjelasan pada pihak kepolisian belum ada kepastian apakah akan diberangkatkan atau tidak.

"Khawatir menjaga boleh lah, tapi kalau rutenya jelas jangan sampai dipersulit seperti ini dan dilarang seperti ini aneh bahkan janggal memurut saya. Orang bepergian itu bebas, apa dasar hukumnya melarang bebergian," katanya.

Kabag Ops Polres Sumenep Kompol Abdul Mukti, saat dimintai keterangan terkait kegiatan operasi gabungan di lokasi Jalan Raya Nasional Sumenep - Pamekasan itu menolak untuk diwawancarai.

"Nanti ke bapak Kapolres saja ya, itu ada di Hotel Musdalifah," singkatnya.(Ali Hafidz Syahbana/TribunJatim.com).

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved