Jelang Arus Mudik, Jalan di Kota Gresik Masih Berlubang dan Bergelombang

Persiapan arus mudik di wilayah Gresik belum sepenuhnya dilakukan. Pasalnya masih ada jalan-jalan nasional yang berlubang dan bergelombang.

Jelang Arus Mudik, Jalan di Kota Gresik Masih Berlubang dan Bergelombang
(surya/Sugiyono)
LUBANG - Kondisi lubang jalan yang berlubang di Jalan RA Kartini Kecamatan Kebomas Gresik. Jalan tersebut merupakan salah jalur utama di Kota Gresik menuju Lamongan dan Surabaya, Minggu (19/5/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Persiapan arus mudik di wilayah Gresik belum sepenuhnya dilakukan. Pasalnya masih ada jalan-jalan nasional yang berlubang dan bergelombang.

Seperti di Jalan RA Kartini Kecamatan Kebomas terlihat masih ada lubang jalan yang hanya ditutup dengan seng dan asbes.

Pemandangan kerusakan jalan berlubang tersebut sudah berlangsung lama. Sehingga, untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, masyarakat menutup lubang jalan dengan asbes dan terpal.

Kondisi lubang jalan yang ada di tepi jalan tersebut dikawatirkan bisa membahayakan pengendara yang ada di jalan raya, terutama menjelang arus mudik yang tingggal 13 hari.

"Warga kawatir ada korban kendaraan yang terperosok di lubang itu. Terpaksa ditutup dengan spanduk dan seng bekas," kata Sumarno, warga sekitar yang sedang melintas di Jl RA Kartini, Minggu (19/5/2019).

Selain jalan yang berlubang, kondisi Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas yang menuju Terminal Bus di Bunder juga masih bergelombang. Bahkan, ada lubang jalan yang lebar di dekat median jalan.

Hasil Lengkap Liga Italia Giornata ke-37, Atalanta Tahan Imbang Juventus, Torino Dihabisi Empoli

Ajukan Banding Setelah Didenda Rp 75 Juta, Arema FC Tuding LOC di PSS Sleman Provokatif

Klasemen Sementara MotoGP 2019 setelah MotoGP Prancis, Finis Pertama, Marc Marquez Kokoh di Puncak

Sehingga, bagi pengendara motor yang tidak hafal jalan tersebut akan melintasi lubang jalan itu. Akibatnya bisa terjadi kecelakaan.

"Iya, jalan menuju terminal bus Bunder masih banyak bergelombang dan berlubang. Bahaya untuk pemudik jika tidak di tambal," kata Sutikno, warga Cerme yang sering melintas di jalan tersebut kepada Tribunjatim.com.

Sementara, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dhiannita Triastuti mengatakan bahwa jalan tersebut merupakan wikayah jalan nasional sehingga perbaikannya dilakukan oleh nasional.

"Iya, jalan itu statusnya milik nasional," kata Dian dengan diangkat melalui pesan singkatnya. (Sugiyono/TribunJatim.com).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved