Polisi Ungkap Kasus Mayat Terbakar di Mojokerto, Satu Pelaku Pakai Kursi Roda Karena Ditembak Polisi

Polisi Ungkap Kasus Mayat Terbakar di Mojokerto, Satu Pelaku Pakai Kursi Roda Karena Ditembak Polisi.

Polisi Ungkap Kasus Mayat Terbakar di Mojokerto, Satu Pelaku Pakai Kursi Roda Karena Ditembak Polisi
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
jajaran satreskrim mojokerto kota dan AKBP Sigit Danny Setiono memamerkan sejumlah barang bukti kasus pembunuhan dan pembakaran mayat di ruang humas polres mojokerto kota, Senin Sore (20/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mojokerto Kota berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan pencurian yang disertai kekerasan terhadap korban Eko Yuswanto (32).

Warga Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dimana temuan mayat terbakar ada di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Senin pagi (13/5/2019).

Detik-Detik Pemakaman Mayat Pria Terbakar di Mojokerto hingga Sosok Korban di Mata Para Tetangga

Kasus Pembakaran Orang di Mojokerto, Istri Korban: Pelaku Panggil Eko untuk Angkut Barang Bekas

Kasus Pembakaran Orang di Mojokerto, Kepala Desa Antisipasi Ketegangan Bersama Kelompok Pencak Silat

Kasus Temuan Mayat Terbakar di Mojokerto, Korban Sempat Hilang Kontak Sejak Minggu Sore

Pelaku pembunuhan dan pembakaran jasad Eko Yuswanto adalah Priono alias Yoyok (38), warga Temenggungan RT 03 RW 05, Kejagan, Trowulan, Mojokerto dan Dantok Narianto alias gundul (36). warga Dimoro RT 04 RW 01, Tambakagung, Puri, Mojokerto

Saat dikenalkan pada press release di Polres Mojokerto Kota, Senin Sore (20/5/2019), Salah satu tersangka, Priono, kakinya terkena timah panas dari kepolisian sehingga harus menggunakan kursi roda.

Dari tangan tersangka polisi menyita sejumlah barang bukti.

Diantaranya adalah kendaraan korban seperti mobil pickup Daihatsu Grand Max, yang digunakan kedua tersangka untuk mengangkut jasad dan membuang jasad, Keramik marmer dari pegangan piala yang digunakan tersangka untuk memukul dan membunuh korban.

Lalu sandal jepit korban, bantal dan kasur dengan bercak darah, baju korban, gelas kecil untuk pesta minuman keras bersama korban dan kedua tersangka, uang tunai 1,3 jt, alat komunikasi dari korban, kusen jendela serta tong plastik besar berwarna hijau yang awalnya digunakan kedua tersangka untuk memasukan jasad korban.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Danny Setiono menjelaskan, kendaraan mobil Pickup jenis Grand Max adalah kendaraan milik korban yang digunakan oleh kedua tersangka, untuk mengangkut jasad korban dari rumah salah satu tersangka yang digunakan untuk membunuh korban di Desa Kenanten, Kecamatan Puri, ke area Perhutani Petak 79, Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, yang selanjutnya jasad korban dibakar oleh tersangka menggunakan bensin.

"Kendaraan Pickup adalah kendaraan milik korban yang digunakan oleh kedua tersangka untuk mengangkut jasad korban ke TKP kedua di Dawarblandong dengan harapan untuk menghilangkan jejak." Jelas AKBP Sigit Danny Setiono kepada tribunjatim di Ruang Humas Polres Mojokerto Kota, Senin Sore (20/5/2019).

Selain itu, lanjut Sigit, uang yang awal jumlahnya adalah 4 juta dan tersisa 1,3 juta digunakan kedua tersangka untuk dihabiskan berfoya foya, membeli burung, berpesta minuman keras, dan digunakan untuk membayar hutang.

Sedangkan Tong Plastik besar berwarna hijau awalnya digunakan kedua tersangka untuk memasukkan jasad ke dalam tong tersebut. Tetapi, tidak muat sehingga menggunakan karung dan kusen jendela yang diambil dari rumah tersangka.

Atas tindakan dan kejahatan tersebut, kedua tersangka dikenakan pasal 340 KUHP, Subsider 338 KUHP, Subsider 365 Ayat 3 KUHP tentang pembunuhan berencana dan atau kekerasan yang disertai dengan pencurian terhadap korban dengan hukuman mati.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved