Breaking News:

Puluhan Orang Aksi Tolak Pemilu Curang di KPU Jember, Minta Transparansi & Hentikan Proses Situng

Puluhan Orang Aksi Tolak Pemilu Curang di KPU Jember, Minta Transparansi & Hentikan Proses Situng.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Sudarma Adi
SURYA/SRI WAHYUNIK
aksi tolak pemilu curang di jember 

Mereka juga menuntut ada yang sanksi yang tegas kepada pasangan calon yang terbukti secara sah melakukan kecurangan.

"Kami juga mendesak supaya KPU menghentikan proses Situng (Sistem Penghitungan) hasil Pemilu karena tidak merepresentasikan hasil yang sebenarnya dan menghasut opini masyarakat," ujar Imam.

Sementara itu, Korlap Aksi, Safa Ismail menyerukan supaya dibentuknya Tim Pencari Fakta atas meninggalnya ratusan petugas selama Pemilu 2019.

"Lebih dari 600 orang meninggal dunia baik dari KPPS, pengawas, juga aparat, serta ribuan yang sakit. Kenapa tidak dibentuk Tim Pencari Fakta, mencari fakta sebenarnya kenapa mereka meninggal. Harus ada penjelasan atas ini," teriak Safa.

Secara bergantian, para pendemo menyerukan tuntutan dan kritiknya atas pelaksanaan Pemilu 2019 ini. Beberapa orang ibu yang ikut berdemo juga menyuarakan aspirasi mereka.

Para pendemo membawa sejumlah poster yang bertuliskan antara lain 'Rakyat Menuntut KPU Jujur dan Adil', 'KPU yang kalian bohongi bukan Prabowo Sandi tapi kalian membohongi rakyat Indonesia', juga 'Kami bukan tim sukses Prabowo Sandi tapi Prabowo Sandi tim sukses kami untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur'.

Para pendemo itu ditemui oleh komisioner KPU Jember Habib M Rohan dan Rima Diana Puspita. Kepada para pendemo, Rohan mengatakan mengapresiasi aksi damai menolak Pemilu curang tersebut.

"Melalui aksi ini masyarakat banyak terbantu, mungkin yang apa yang panjenengan perjuangan juga sama dengan mereka. Tadi sudah saya sampaikan ke perwakilan panjenengan semua, kalau memang menemukan indikasi kecurangan masih ada waktu untuk melapor sampai 22 Mei. Bawaslu masih bisa menerima laporan sampai tanggal itu," ujar Rohan.

Mulai 22 - 25 Mei, lanjut Rohan, Mahkamah Konstitusi juga menerima aduan.

"Sehingga kalau menemukan kecurangan silahkan mengadu, kami siap membantu secara administrasi. Karena kami penyelenggara Pemilu itu satu kesatuan dengan peserta Pemilu," tegasnya.

Setelah mendengarkan penjelasan Rohan, massa membubarkan aksinya. Mereka menutup aksinya dengan melantunkan selawat nabi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved