Bawaslu Jatim Beri Santunan Pada 100 Petugas Pemilu yang Meninggal & Sakit, Nilainya Rp 8-36 Juta

Bawaslu Jatim Beri Santunan Pada 100 Petugas Pemilu yang Meninggal & Sakit, Nilainya Rp 8-36 Juta.

Bawaslu Jatim Beri Santunan Pada 100 Petugas Pemilu yang Meninggal & Sakit, Nilainya Rp 8-36 Juta
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam usai rakor bersama forkopimda Jawa Timur mulai Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Wisnoe PB, Kajati Jawa Timur Sunarta, serta Ketua Bawaslu Mohammad Amin bersama forkopimda Kabupaten dan Kota Blitar, Selasa (16/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bawaslu Jatim akan memberikan santunan kepada petugas Pemilu dari unsur Bawaslu yang meninggal dunia, mengalami cacat permanen serta luka-luka selama menjalankan tugas mengawal Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Jatim, Mohammad Amin mengatakan ada 11 orang petugas Pemilu dari unsur Bawaslu yang meninggal dunia.

Tolak Laporan Dugaan Kecurangan dari BPN, Bawaslu: Bukti yang Diberikan Print Out Berita Online

Ikut Demo di Kantor Bawaslu Jatim, Emak-emak Usulkan Bawa Kecurangan Pemilu ke Hukum Internasional

Ratusan Massa Forum Umat Islam Berorasi di Bawaslu Jatim, Minta Usut Kasus Pemilu & Stop Situng KPU

"Sudah kita berikan (santunan) dua minggu yang lalu kepada sembilan penyelenggara di Jatim. Dua lainnya kita susulkan, Insya Allah sebelum hari raya sudah bisa diberikan," ucap Amin, Selasa (21/5/2019).

Amin mengatakan setiap petugas yang meninggal mendapatkan santunan sebesar Rp 36 juta.

"Termasuk juga penyelenggara yang mengalami kecelakaan dan sakit kita juga memberikan santunan," ucapnya.

Petugas dengan catat tetap mendapatkan santunan Rp 36 juta dan terus berangsur turun tergantung sakitnya, hingga terendah 8 juta.

"Kalau ditotal yang meninggal dengan yang luka serta sakit lebih kurang 100 petugas," ucapnya.

Amin menjelaskan, semua anggaran untuk santunan tersebut sudah siap dan tinggal menunggu pengurusan administrasi persyaratan saja.

"Persyaratannya ada kematian atau keterangan luka dan sakit, dan ada SK penyelenggaran. Nanti di ajukan Bawaslu kabupaten kota ke Bawaslu Jatim. Tidak sampai Bawaslu pusat karena anggarannya di Jatim, sehingga persyaratannya cukup sampai di Jatim," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved