Grogi Saat Polisi Lagi Patroli di Jombang, Pengedar Pil Double L Ini Diciduk Saat Ngopi di Warung

Grogi Saat Polisi Lagi Patroli di Jombang, Pengedar Pil Double L Ini Diciduk Saat Ngopi di Warung.

Grogi Saat Polisi Lagi Patroli di Jombang, Pengedar Pil Double L Ini Diciduk Saat Ngopi di Warung
SURYA/SUTONO
Pengedar pil double L saat di Polsek Ploso, Jombang. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Miftakhul Rozik (22), asal Dusun Karangtimongo Desa Denanyar Kecamatan/Kabupaten Jombang ini harus berlebaran di balik terali besi.

Ini lantaran dia ditangkap setelah ketahuan menjadi pengedar obat terlarang jenis pil double L dan ditangkap petugas Polsek Ploso, Jombang.

Dianggap Akan Merusak Lingkungan, Warga Kasembon Jombang Menolak Pendirian Pabrik Sepatu

Lagi Asyik Ngopi di Warung, Pencuri Motor Matic dari Jombang Ini Diciduk Polisi

Antisipasi Premanisme & Aksi Massa di Jakarta, Polisi Gelar Razia Besar di Perbatasan Jombang

Dari tangannya, petugas menyita barang bukti pil double L sebanyak delapan butir.

Kapolsek Ploso Kompol Sutikno mengungkapakan, penangkapan ini dilakukan pada Selasa dinihari (21/5/2019).

Bermula saat pelaku berada di warung sebuah Bank milik Pemerintah di jalan raya Desa Rejoagung.

Polisi yang saat itu tengah melakukan patroli Kamtibmas di sekitar Ploso curiga dengan gerak gerik pelaku ketika melihat petugas.

Polisi yang semakin curiga akhirnya menggeledah pelaku dan barang bawaannya.

Kecurigaan petugas ini tak meleset, setelah petugas melihat benda yang mencurigakan disimpan didalam sebuah tas selempang milik korban berwarna biru.

Setelah dibuka, ternyata isinya adalah beberapa butir pil koplo yang dibungkus kertas gerenjeng.

Sehingga pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Ploso.

“Pelaku ditangkap karena tanpa keahlian menjual ataupun mengedarkan obat keras pil double L,” tegas Kapolsek Sutikno.

Rozik kini masih menjalani proses penyidikan oleh petugas.

Polisi juga akan mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan lain yang terkait dengan kasus ini.

Selain, barang bukti pil double L sebuah ponsel android milik pelaku juga disita sebagai barang bukti karena diduga dijadikan sebagai sarana transaksi narkoba ini.

“Pelaku kami jerat dengan pasal 196 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,” pungkasnya.

Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved