Breaking News:

Jelang Lebaran, Sembako, Transportasi, hingga Layanan Puskesmas jadi Perhatian Pemkab Sidoarjo

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin di sela rapat kordinasi bersama para pejabat Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Senin (20/5/2019).

Penulis: M Taufik | Editor: Yoni Iskandar
M Taufik/Surya
Wabup Sidoarjo saat menggelar rapat kordinasi dengan sejumlah pejabat untuk persiapan lebaran, Senin (20/5/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Sembako dan transportasi merupakan hal utama yang harus dipastikan aman menjelang lebaran.

Selain itu, layanan kesehatan di puskesmas, rumah sakit, dan sebagainya juga menjadi perhatian pemerintah.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin di sela rapat kordinasi bersama para pejabat Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Senin (20/5/2019).

Rapat tersebut sengaja digelar untuk melakukan sejumlah persiapan menjelang Idul Fitri.

"Ada sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian pemkab saat lebaran. Diantaranya ketersediaan bahan pangan, kesehatan, serta perhubungan. Ketiganya harus terpenuhi," kata Wakil Bupati.

Terkait sembako, disampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo menjamin harga kebutuhan dasar tidak melambung tinggi. Sudah dilakukan sejumlah persiapan terkait itu.

Demikian halnya tentang transportasi, layanan kesehatan, dan beberapa persiapan lain. Disebutnya semua sudah dipersiapkan dengan matang oleh semua instansi terkait.

Cara Menghitung Nilai UTBK 2019, Hasil Bisa Dilihat di pengumuman-utbk-2.ltmpt.ac.id Pukul 10.00 WIB

Mahfud MD Tanggapi Komentar Fadli Zon yang Sebut MK Tak Berguna: Langsung Saja Adu Bukti Hitung

Dua Pekan Ramadan, Resto Apung Seba di Kampung Ikan Asap Binaan Pertagas Sudah Raih Omzet Rp 26 Juta

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tjarda menyatakan harga bahan pangan terus naik menjelang puasa. Salah satu contohnya daging ayam yang sudah menyentuh angka Rp 33 ribu.

Kemudian harga bawang putih juga meroket. Di awal puasa lalu harga per kilonya mencapai Rp 60 ribu. Menurut Tjarda, kenaikan itu dipicu jumlah konsumsi yang meningkat. Sehingga barang di sejumlah pasar cepat habis.

"Menangani persoalan itu, kami bersama Bulog dan instansi terkait terus menggelar operasi pasar. Supaya harga stabil," kata Tjarda kepada Tribunjatim.com.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved