Bukan Aksi Massa, People Power Ini yang Ditemukan Mas Ipin di Trenggalek

Di saat ramai gerakan 22 Mei di Jakarta, Plt Bupati Trenggalek M Nur Arifin mengaku menemukan real people power di wilayahnya.

Bukan Aksi Massa, People Power Ini yang Ditemukan Mas Ipin di Trenggalek
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Perbaikan ruas jalan kabupaten penghubung ibukota kecamatan di Trenggalek, Kamis (9/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Di saat ramai gerakan 22 Mei di Jakarta, Plt Bupati Trenggalek M Nur Arifin mengaku menemukan real people power di wilayahnya.

Tapi, real people power yang dia maksud bukan gerakan massa seperti yang terjadi di Jakarta.
Real people power itu adalah warga yang menggerakkan ekonomi keluarga dan kota serta menghidupi nasib mereka sendiri.

"Saya melihat emak-emak yang sejak pagi mulai menanam padi, petugas kebersihan yang mulai menyapu jalan, mengecek taman, memungut sampah, menyiram tanaman di sekitaran jalan, hingga pedagang yang sudah berkulakan sejak tengah malam hingga menuju pasar dini hari," kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu, lewat unggahan akun media sosial Instagram @avinml.

Dalam unggahan tersebut, ia juga turut memasukkan foto-foto orang bekerja di pagi hari yang ditemuinya itu.
Bagi dia, orang-orang ini sadar bahwa kehidupan harus diperjuangkan. Tak terpengaruh pada presiden yang terpilih, Joko Widodo maupun Prabowo Subianto.

Bank Indonesia dan BNI Imbau Warga Tak Panik Kehabisan Uang Baru

FAKTA BARU Aksi 22 Mei Terbongkar dari Pengakuan Provokator, Dibayar hingga Temuan Uang Rp 6 Juta

Unggah Konten Fitnah di Facebook, Warga Trenggalek Terjerat UU ITE

"Mereka sadar apakah @jokowi ataupun @prabowo yang jadi, tidak akan ada yang mengetuk rumah mereka setiap hari dan mengantarkan makanan matang. Mereka tahu nasib mereka ditentukan oleh usaha mereka sendiri," katanya kepada Tribunjatim.com.

Mereka, kata dia, tidak menuntut keadilan, tapi membangunnya dengan terus bekerja.

Sejak malam hari, Mas Ipin mengaku gelisah dengan timeline yang isinya insiden saling serang di sekitaran pengumuman hasil Pemilihan Presiden (Pilpres).

"Seakan kepentingan untuk merayakan kemenangan ataupun menuduh kecurangan adalah hajat seluruh bangsa," katanya.

Pemandangan tentang real people power itu dia dapat setelah merkeliling kota setelah subuh.

"Sata pacu sneakers saya dan mulai mencari tahu apakah ada "people power" juga dikotaku. Siapa tahu juga sama sejak semalam atau sejak dini hari sudah harus bergontok-gontokan memperjuangkan hidup," ujarnya. (aflahul abidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved