Aksi 22 Mei

Jimly Ashiddiqie Sebut Aksi Demo 22 Mei Dampak dari Gugatan Sengketa Pemilu 2019 ke MK

Jimly Ashiddiqie bahkan mengimbau kepada masyarakat agar menyerahkan sengketa Pemilu 2019 ke BPN dan TKN jangan turun ke jalan

Jimly Ashiddiqie Sebut Aksi Demo 22 Mei Dampak dari Gugatan Sengketa Pemilu 2019 ke MK
(YouTube/Metro Tv)
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie 

TRIBUNJATIM.COM - Jimly Ashiddiqie selaku Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi memberikan tanggapanya terkait sikap BPN Prabowo-Sandiaga yang akan mengajukan gugatan sengketa Pemilu 2019 ke jalur hukum.

Tanggapan Jimly Ashiddiqie disebutkan di tengah program acara Breaking News yang dilansir Tribunjatim.com melalui kanal YouTube Metro TV News.

Pembawa acara sebelumnya menanyakan pendapat Jimly Ashiddiqie terkait masyarakat yang tidak percaya Mahkamah Konstitusi (MK) dan kekecewaan yang dilampiaskan ke jalan.

"Prof situasi dilapangan saat ini ada ketidakpercayaan kepada MK lalu ada juga kekecewaan yang dilampiaskan ke jalan. Bagaimana anda melihat ini sebagai ketua MK?" tanya pembawa acara.

Jimly Ashiddiqie mengingatkan bahwa proses penyelesaian Pemilu 2019 masih panjang melihat prosesnya hingga Oktober mendatang.

Massa Aksi Demo 22 Mei Lemparkan Bom Molotov, Polisi Tangkapi Orang-orang yang Diduga Provokator

"Jadi kita harus melihat hanya ada dua kubu sehingga seolah-olah kita terbelah. Nah jumlah yang mendukung paslon 01 sekitar 85 juta, paslon 02 pendukungnya berjumlah 68 juta. Jumlah 68 juta itu banyak sekali, artinya dibandingkan dengan penduduk Malaysia, Singapura dan Brunei itu jadi dua kali lipat. Jadi ini merupakan sesuatu yang tak mudah," ucap Jimly Asshiddiqie.

Jimly Ashiddiqie mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan hasil Pilpres 2019 kali ini menciptakan dampak dan pengaruh yang buruk.

"Jadi culture divide, pembelahannya itu etnisitas dan agama harus dikelola dengan baik. Jangan diledek pihak yang kalah dan pemenang juga jadi terhormat," tutur Jimly Asshidiqie.

Serupa dengan Andi Mallareng, Jimly Ashiddiqie menyebut sangat bersyukur bahwa BPN Prabowo-Sandiaga mau mengubah pikirannya untuk menjalani proses hukum dengan mengajukan gugatan sengketa Pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi.

"Kita harus hargai sikap mereka. Kenapa harus ke MK? karena sudah diatur berdasarkan UU sehingga tak bisa hanya mengunggat dengan turun ke jalan. Sebanyak-banyaknya orang yang turun di jalan tak mungkin tak lebih banyak dari yang menyatakan sikap untuk menginginkan 2 periode," ungkap Jimly Asshiddiqie.

Ulama NU Jatim Nyatakan Sikap Pasca Ikut Aksi 22 Mei Jakarta, Akan Salat Gaib hingga Singgung Aparat

Halaman
1234
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved