KPPBC Pasuruan Sikat Para Pembuat Pita Cukai Palsu Yang Merugikan Negara

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pasuruan terus menunjukkan komitmennya untuk terus menertibkan para pelanggar undang - undang

KPPBC Pasuruan Sikat Para Pembuat Pita Cukai Palsu Yang Merugikan Negara
(Surya/Galih Lintartika)
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pasuruan 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pasuruan terus menunjukkan komitmennya untuk terus menertibkan para pelanggar undang - undang khususnya cukai di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Dari data yang dihimpun Surya, sepanjang tahun 2018 lalu, KPPBC Pasuruan melakukan penindakan sebanyak 53 kasus. Penindakan itu dikakukan berdasarkan informasi dari masyarakat.

Dari 53 penindakan, delapan penindakan ini kasusnya masuk dalam ranah pidana. Sebab, delapan penindakan ini terbukti melanggar pasal 50 dan atau 54, 55, 56 Undang - Undang No 39 Tahun 2007 tentang cukai.

"Rata - rata, cukai mereka palsu. Dan jika sampai beredar, maka negara yang dirugikan. Bayangkan saja, dari delapan penindakan yang kasusnya naik sampai persidangan itu nilainya fantastis, miliaran," kata Kasubsi Penyidikan KPPBC Pasuruan Nanang Sekti W, Rabu (22/5/2019).

Nanang menjelaskan, dari delapan penindakan kemarin, pihaknya berhasil menyelematkan uang negara sebesar Rp 9 miliar lebih. Beruntung, pita cukai ilegal itu belum sampai didistribusikan.

"Jika sampai terdistribusikan, negara mengalami kerugian Rp 9 miliar lebih. Ini sebuah kerugian, dan harus ditindak sesuai dengan ketentuan," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Selama tahun 2019 ini, sampai bulan Juni, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan 16 penindakan, tiga diantaranya kasusnya masuk ke ranah pidana. Sebab, unsurnya sudah masuk dan melanggar undang - undang.

"Ini masih dalam tahap penyidikan. Semisal berkasnya sudah selesai, maka kasusnya akan dinaikkan ke tahap persidangan. Ini satu kasus kemarin, kami berhasil menyelamatkan kerugian negara Rp 1,6 miliar," paparnya kepada Tribunjatim.com.

Menurut Nanang, pita cukai ini memang rentan dipalsukan. Sebab, biasanya para perusahaan rokok atau home industry rokok, menghindari mengurus cukai di Bea Cukai. Alasannya sederhana, mereka ingin mendapatkan untung besar dan tidak mau membayar pajak yang harus mereka keluarkan.

Amien Rais Sedih tapi Juga Marah, Ingatkan Polisi Soal Aksi 22 Mei: Jangan Main-main

Vanessa Angel Bingung Soal Hidupnya dan Menangis Tiap Dengar Adzan di Penjara, Curhat ke Nicky Tirta

PNS yang Ikut Aksi 22 Mei People Power ke Jakarta Terancam Dipecat

"Ini komitmen kami, jadi kami akan terus menindak semua perusahaan atau industri rumahan yang memproduksi rokok tapi pita cukainya ngeprint sendiri tanpa melalui perizinan yang resmi. Kami akan terus sisir perusahaan atau industei rokok rumahan di Pasuruan. Ada laporan, kami akan tindak jika memang terbukti melanggar aturan," tambahnya.

Ia sedikit bercerita sedikit soal bagaimana membedakan pita cukai asli dan palsu. Kata dia, masyarakat juga harus bisa membedakan. Bagi yang palsu, sangat terlihat jelas hologramnya tanpa ada logo Bea Cukai. Sedangkan yang asli, sudah jelas ada hologram bertanda bea cukai. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved