LENGKAP Isi Surat Pengancam Jokowi yang Kini Terancam Hukuman Mati, Pelaku Ungkap Alasannya

Pelaku pengancam penggal kepala Jokowi terancam hukuman mati, HS baru-baru ini mengirim sebuah surat yang ia tulis tangan ditujukan ke Presiden.

LENGKAP Isi Surat Pengancam Jokowi yang Kini Terancam Hukuman Mati, Pelaku Ungkap Alasannya
kolase Tribunnews.com
HS, pelaku ancaman penggal kepala Jokowi yang kini terancam hukuman mati 

TRIBUNJATIM.COM - Beberapa waktu lalu video seorang pemuda melakukan ancaman akan memenggal kepala Jokowi jadi sangat viral.

Ancaman tersebut disampaikannya ketika berada di sebuah acara politik.

Pemuda berinisial HS (25) ini mendadak jadi terkenal karena kata-kata yang ia sampaikan.

Dilontarkan oleh HS saat ia ikut serta dalam aksi di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin pada 10 Mei 2019.

Aksi 22 Mei, Anies Baswedan Klaim Ada 6 Orang Tewas & 200 Luka, Polisi Ungkap Fakta Lainnya

SBY Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Jokowi-Maruf, Beri Nasihat ke Prabowo tentang Gugatan ke MK

HS (25), pria yang mengancam memengal Presiden Joko Widodo digiring ke Mapolda Metro Jaya, Minggu (12/5/2019).
HS (25), pria yang mengancam memengal Presiden Joko Widodo digiring ke Mapolda Metro Jaya, Minggu (12/5/2019). ((KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR))

Lantaran hal itu, tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya langsung melakukan pencarian dan penangkapan terhadap HS.

HS kemudian berhasil dibekuk di Bogor pada Minggu pagi (12/5/2019).

Mengutip dari Kompas.com, Kombes Argo Yuwono selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya menegaskan, HS dikenakan pasal makar lantaran dianggap telah mengancam keamanan negara.

Hal ini disampaikan Kombes Argo Yuwono melalui pesan singkat.

SBY Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Jokowi-Maruf, Beri Nasihat ke Prabowo tentang Gugatan ke MK

Viral pria pengancam penggal kepala Jokowi
Viral pria pengancam penggal kepala Jokowi (Instagram/@m.sabilul_alif)

"Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 KUHP," tulisnya.

Pasal 104 KUHP sendiri berbunyi "Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan presiden atau wakil presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun."

Halaman
1234
Penulis: Ignatia
Editor: Januar AS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved