Breaking News:

Perluas Pemasaran Olahan Daging Sapi, RPH Kota Malang Jajaki Kerjasama dengan Retail Modern

Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang sedang menjajaki kerjasama dengan perusahaan retail modern dalam olahan daging sapi.

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau RPH Kota Malang, Rabu (22/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang sedang menjajaki kerjasama dengan perusahaan retail modern dalam hal pemasaran olahan daging sapi.

Wali Kota Malang Sutiaji, menuturkan permintaan olahan daging sapi yang diajukan perusahan retail modern kepada RPH setempat cukup besar.

Hal itu kata dia, harus disambut baik dengan mulai mengenalkan produk olahan daging yang nantinya diproduksi oleh RPH Kota Malang.

Jelang Mudik Lebaran 2019, Ini Jalur Rawan Kecelakaan di Kabupaten Malang yang Patut Diwaspadai

"Saya kemarin ketemu dengan manajer owner retail modern. Nanti kami kerjasama untuk memasukkan produk olahan daging. Katanya untuk daerah Jawa dan Bali siap," kata Sutiaji saat meninjau RPH Kota Malang, Rabu (22/5/2019).

Ia menambahkan saat ini Pemkot Malang sedang berupaya mengurus branding dan hak kekayaan intelektual (Haki) produk olahan daging yang diproduksi RPH. Sementara, produk yang dihasilkan adalah daging kemasan dan pentol RPH.

"Ini penting agar dimasuki oleh pengusaha lain," ucapnya.

Selain menggandeng perusahaan retail modern, RPH Kota Malang juga tengah menjajaki kerjasama dengan negara lain.

Jelang Idulfitri 1440 H, Disperindag Kabupaten Malang akan Buka Pasar Lebaran di Gondanglegi

Beberapa waktu lalu, Nigeria sempat mengajukan permintaan olahan daging berupa pentol sebesar 5 ton.

"Kalau satu kontainer kan nggak mungkin 5 ton, pasti lebih. Kalau butuhnya satu kontainer mungkin akan kami siapkan," ujar dia.

Sutiaji mengatakan stok daging di Kota Malang cukup untuk memenuhi permintaan daging tersebut. Apabila selama ini hanya 30-40 ekor sapi yang dipotong di RPH, maka jumlah itu ditarget naik menjadi dua kali lipat.

"Maka harus ada inovasi caranya apa. Targetnya bisa 100 untuk penyembelihan saja," kata Sutiaji.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved